Mary J. Blige Pernah Dianiaya Ketika Berusia Lima Tahun
Selebriti

Mary mengaku trauma dan sempat merasa kalau peristiwa pelecehan itu adalah kesalahannya.

WowKeren - Kehidupan Mary J. Blige semasa kecil jauh dari bahagia. Penyanyi berusia 40 tahun itu mengaku harus berjuang menyembuhkan trauma karena penganiayaan anak yang ia alami.

"Aku pernah dianiaya ketika berusia lima tahun," kata pelantun single "I Am" ini saat tampil di acara VH1 "Behind the Music". "Sesaat sebelum peristiwa itu terjadi, aku sempat berpikir kalau aku tak percaya ada orang yang akan melakukannya. Kejadian itu terus menghantui hidupku. Membuatku percaya kalau itu salahku dan aku tak berharga atas apapun."

Peraih Grammy 2009 untuk album "Growing Pains" (2007) ini juga pernah menjadi pencandu alkohol. Ia harus berjuang keras menyembuhkan ketergantungannya itu.

"Hal itu lebih besar dariku dan tentu saja akan membunuhku. Jadi aku mengakhiri kebiasaan itu," kata penyanyi sekaligus aktris ini. "Aku ingat ketika duduk di tempat tidurku (dalam keadaan mabuk). Aku bersumpah. Aku tak tahu seperti apa rasanya mati, tapi aku merasa kalau jiwaku seolah ingin meninggalkan tubuhku."


Memulihkan diri dari kecanduan bukan perkara mudah. Mary mengaku kalau ia sempat merasa sulit untuk sembuh. Untungnya, bintang film musikal "Rock of Ages" ini terus didukung oleh manajer sekaligus suaminya, Martin Kendu Isaacs.

"Aku berhenti minum. Ini adalah kekuatan niat dan doa. Rasanya sangat sulit tapi aku sangat peduli padanya (Kendu)," kata Mary. "Aku tak ingin dia menguburku sebagai pecandu alkohol. Bagiku, dia tak pantas menjadi suami seorang pecandu jadi aku mengambil tanggungjawab dan memulihkan diri sebisa mungkin."

Mary dan Kendu telah menikah sejak 7 Desember 2003. Sayangnya, hingga saat ini mereka tidak dikaruniai anak.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!