Hacker Foto Bugil Scarlett Johansson Dibebaskan dengan Jaminan USD 10.000
Selebriti

Christopher Chaney yang sebelumnya didakwa hukuman penjara 121 tahun itu juga harus tinggal di bawah pengawasan petugas serta dilarang mengakses perangkat teknologi berbasis internet.

WowKeren - Rabu (12/10) pagi, Federal Bureau of Investigation (FBI) berhasil membekuk dalang tunggal pencuri sekaligus penyebar foto Scarlett Johansson, Christopher Chaney. Pria berusia 35 tahun asal Jacksonville, Florida, tersebut membobol lebih dari 50 akun email selebriti seperti Mila Kunis, Christina Aguilera, Vanessa Hudgens dan Jessica Alba. Ia juga didakwa 26 tuduhan pencurian data lewat komputer dan penyadapan dengan ancaman hukuman penjara 121 tahun.

Namun meski terbukti melanggar hukum, Christopher malah dibebaskan dan hanya perlu membayar denda sebesar USD 10.000 atau sekitar Rp 90 juta. Syarat lainnya, Christopher dilarang melakukan tindak kriminal, memiliki senjata api, menggunakan alkohol ataupun mengakses komputer serta perangkat lainnya berbasis internet. Tak hanya itu, ia juga harus tinggal di bawah pengawasan petugas khusus, menjalani tes narkoba, perawatan, evaluasi serta tak boleh keluar dari wilayah Florida maupun California.

Jaksa penuntut Andre Birotte menilai Christopher sebagai sampah masyarakat. Andre juga merasa kalau kasus ini memberikan pesan penting bahwa cyber-hacking adalah ancaman nyata yang harus diwaspadai.


Menurut pihak berwenang, Christopher membajak sejumlah akun tersebut bukan demi uang tetapi hanya untuk kesenangan pribadi. Christopher mulai membajak sejumlah akun email Google, Apple dan Yahoo sejak November tahun lalu hingga Februari. Dalam aksinya ia menggunakan beberapa akun seperti trainreqsuckswhat, anonygrrl dan axjaguars911.

"Chaney (Christopher) mengedarkan beberapa file yang ia miliki secara ilegal seperti foto selebriti dan menawarkannya ke beberapa blog atau situs berita selebriti," demikian bunyi pernyataan resmi dari FBI. "Beberapa file ilegal itu termasuk foto-foto pribadi yang pernah tersebar di internet."

"Kasus ini membawa kami ke kosakata baru dari pengembangan kejahatan dunia maya, 'Hackerrazzi'," kata Steven Martinez, asisten direktur dari kantor FBI Los Angeles. "Kami terus menerima keluhan dari sejumlah publik figur yang menjadi target hacker."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait