Laga Persib Bandung vs Semen Padang Tidak Sah
SerbaSerbi

La Nyala menyatakan jika pertandingan IPL masih cacat secara statuta PSSI dimana pemain yang akan bertanding belum mendapat pengesahan.

WowKeren - Kompetisi sepakbola Indonesia belum juga menemui jalan mulus. Padahal, laga pembuka Indonesian Premier League (IPL) antara Persib Bandung menghadapi Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat akan digelar dalam hitungan beberapa jam ke depan.

Salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI, La Nyala Mattalitti, mengatakan jika pertemuan Persib dengan Semen Padang hanya laga uji coba alias pertandingan persahabatan. Menurutnya, pertandingan tersebut tidak sah karena cacat secara statuta PSSI.

Dalam statuta PSSI dikatakan bahwa seluruh pemain yang akan tampil di IPL harus mendapat pengesahan. Namun, La Nyala selalu pengurus komite eksekutif yang mengurusi masalah alih status pemain mengaku belum memberikan pengesahan pemain.

"Dengan demikian, seluruh pertandingannya tidak sah," kata La Nyala. "Jadi ya jelas kompetisi ini tidak sah."

"Sesuai Kongres Bali bahwa di ISL ada 18 klub, kalau 24 klub sudah menyalahi aturan," lanjutnya. "Jika melanggar Statuta, kami tidak segan-segan untuk meminta dilaksanakan Kongres Luar Biasa."


La Nyala ikut mendukung 14 tim yang menolak tampil di IPL. Selain La Nyala, anggota Komite Eksekutif PSSI lainnya yang bergabung adalah Robertho Rouw dan Erwin Dwi Budiawan.

Senada dengan La Nyala, juru bicara kelompok 14, Harbiansyah Hanafiah, juga mengatakan jika pertemuan Persib dan Semen Padang terpaksa dilakukan karena penonton sudah beli tiket.

"Saya sudah bertemu dengan pengelola Persib Bandung (melalui Komisaris Utama PT PBB Zainuri Hasyim) dan menyatakan jika pertandingan ini merupakan uji coba saja," kata Harbiansyah yang juga pengelola klub Persisam Samarinda. "Pertandingan tetap dilangsungkan hanya semata tidak ingin mengecewakan pendukung dan masyarakat yang sudah membeli tiket."

Harbiansyah menegaskan pihaknya tetap akan membuat liga tandingan yang rencananya bakal digelar 1 Desember nanti. "Kami dan 13 klub lainnya akan tetap menggelar kompetisi Liga Super Indonesia di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia (LI)," jelas Harbiansyah.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!