Suporter mengerumuni skuad Garuda Muda yang berjalan kaki memasuki stadion sehingga Egi Melgiansyah sulit bergerak, bahkan Okto sempat terjatuh terjerembab.
- Tim WowKeren
- Rabu, 23 November 2011 - 08:43 WIB
WowKeren - Babak final sepakbola SEA Games XXVI memang sudah berakhir dengan kemenangan Malaysia atas Indonesia 5-4 (1-1) melalui drama adu penalti. Namun, skuad Timnas U-23 masih menyisahkan kisah saat Titus Bonai dkk akan melakoni partai puncak tersebut.
Sebelum laga, beberapa punggawa Timnas U-23 mengalami insiden kekerasan. Diego Michiels kena pukul suporter Indonesia sedangkan Okto Maniani sempat pingsan.
Makanya, penanggung jawab timnas Indonesia, Bernhard Limbong, mengaku kecewa atas kelalaian Inasoc dalam menyelenggarakan laga final SEA Games, Senin (21/11) lalu itu. Karena tidak adanya penjagaan yang baik, skuad Timnas U-23 mendapat teror dari suporter Indonesia jelang laga dimulai.
Teror bermula saat bus yang ditumpangi Garuda Muda sulit memasuki stadion karena membludaknya puluhan ribu suporter di areal stadion Gelora Bung Karno. Alhasil, seluruh skuad timnas Indonesia turun bus dan terpaksa berjalan kaki di antara para suporter.
Suporter pun langsung mengerumuni Egi Melgiansyah dkk yang sedang berusaha masuk ke dalam stadion. Beberapa suporter berusaha mengajak salaman para pemain. Namun, suasana yang padat dan aksi dorong mendorong dari para suporter membuat sejumlah penggawa Timnas U-23 sempat terdesak, terjatuh hingga menerima pukulan kecil.
"Kami sangat kecewa kepada Inasoc sebagai penyelenggara pertandingan. Okto Maniani sempat pingsan sebelum laga karena didorong hingga terjerembab," kata Bernhard. "Diego juga mengalami hal yang sama, dia kena pukul."
"Penyelenggaranya jelek. Mestinya jalur bus Timnas harus disterilkan. Tapi malah tertutup oleh suporter," lanjutnya. "Dan parahnya lagi, ada dua korban meninggal kesulitan untuk dievakuasi, ambulans tidak bisa keluar stadion karena padat (dengan suporter)."
Diego mengakui memang dirinya sempat kena pukulan tidak sengaja dari para suporter yang mengerubungi para pemain. "Karena memang situasinya sangat padat oleh suporter. Tapi itu tidak masalah dan tidak mengganggu aksi saya di lapangan," kata pemain naturalisasi campuran Indonesia-Belanda itu.
(wk/)