Ketua Harian Persipura, La Sya, meminta agar posisi Djohar sebagai ketua umum segera diganti karena tak bisa menyelesaikan konflik kompetisi ISL dan IPL.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 10 Desember 2011 - 09:42 WIB
WowKeren - Kisruh antara Persipura Jayapura dan PSSI terkait pencoretan di Liga Champions Asia (LCA) masih terus berlanjut. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu meminta agar Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, segera diganti karena ketidakmampuannya mengatasi dualisme kompetisi.
"Dia diganti saja, pelarangan bermain yang disampaikan itu juga hanya untuk kepentingan dia dan kelompoknya saja," tegas La Sya, Ketua Harian Persipura Jayapura. "Kalau tidak ada penyelesaian, ISL (Indonesian Super League) akan jalan terus. Kalau ada niat baik seharusnya masalah ini tidak akan melebar. PSSI memicu semua ini dan tidak mau menyelesaikan."
Menurut Sya, jalan keluar yang tepat adalah mengumpulkan kembali semua klub yang ikut ISL dan IPL (Indonesian Premier League). Sya juga meminta agar PSSI tak menggunakan nama AFC atau FIFA sebagai tameng.
"PSSI di Indonesia juga harus jalan sesuai aturan," ujar Sya. "Sehingga ISL kembali diakui sebagai hasil Kongres Bali dan bukannya IPL yang hanya merupakan kebijakan sebagian orang."
Djohar sendiri membela diri dengan menegaskan bahwa seharusnya orang-orang memberikan kesempatan mengingat ia dan pengurus baru dilantik dalam Kongres Solo Juli lalu. Djohar tak gentar kalau memang beberapa pihak menuntut diadakannya Kongres Luar Biasa PSSI.
"Kami baru beberapa bulan, kasih kesempatan kerja dulu. Ini belum satu bulan sudah dibombardir terus," kata Djohar, Jumat, 9 Desember. "Silakan saja (adakan KLB). Tapi itu ada aturan mainnya. Setiap organisasi ada aturan main."
(wk/)