Dikira Mati, Korban Tsunami Tahun 2004 Kembali ke Keluarganya
Nasional

Wati sempat dirawat oleh wanita yang mempekerjakannya sebagai pengemis jalanan.

WowKeren - Setelah dikira meninggal dunia karena terseret badai Tsunami tahun 2004, Wati, akhirnya "hidup" lagi. Beberapa waktu lalu Wati sudah kembali ke keluarganya yang sempat menyerah saat kehilangan dirinya tujuh tahun lalu. Kini Wati pun bisa hidup bahagia lagi bersama keluarganya di Desa Ujong Baroh, Kecamatan Johan Pahlawan Aceh Barat, Provinsi Aceh.

Gadis berusia 15 tahun ini mengaku dirinya ditemukan dan dirawat oleh seorang wanita setelah gelombang Tsunami itu menghantam Aceh. Dia dipaksa bekerja sebagai pengemis di jalanan dan diusir kalau tidak menghasilkan uang.

Wati kemudian berniat mencari keluarganya yang hilang hanya dengan berbekal nama kakeknya, Ibrahim, yang tinggal di kota Meulaboh. Dengan bantuan seseorang yang ditemuinya di warung kopi Simpang Pelor, Wati akhirnya bertemu dengan sang kakek. Hebatnya, Ibrahim juga langsung bisa mengenali cucunya itu hanya dengan melihatnya saja.

"Saya yakin benar kalau dia adalah cucu saya. Karena dari ciri-ciri sudah kami lihat ada kemiripan cucu saya yang hanyut bersama gelombang tsunami tujuh tahun lalu," kata Ibrahim, Rabu, 21 Desember. "Waktu melihat ibuku, aku tahu itu adalah dia. Aku sudah tahu," tambah Wati.


Orang tua Wati, Yusniar binti Ibrahim Nur (35) dan M. Yunus (43), memastikan Wati adalah anak mereka. Wati memiliki tahi lalat dan bekas luka di atas kelopak matanya saat berusia enam tahun bersamanya. Oleh karena itu Yusniar mengatakan tidak perlu melakukan tes DNA bahwa Wati adalah putrinya yang menghilang.

"Dia punya wajah yang mirip bapaknya," kata Yusniar. "Saya kemudian melihat bekas luka dan tahi lalatnya. Saya yakin itu dia."

Saat Tsunami melanda, M.Yunus menaikkan Wati ke atas kapal bersama adiknya. Hingga saat ini, adik Wati masih menghilang dan belum diketemukan.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!