Menurut Rachel, hukuman penabrak sembilan pejalan kaki itu harus disamakan dengan vonis bagi terdakwa pembunuhan agar memberikan efek jera.
- Tim WowKeren
- Kamis, 26 Januari 2012 - 14:18 WIB
WowKeren - Sama seperti selebriti lainnya, Rachel Maryam juga peduli pada tragedi "Xenia Maut". Maklum saja, ayahnya, Indra Sayidina, sebelumnya juga meninggal dunia karena menjadi korban kecelakaan, awal bulan ini. Rachel berharap pelaku, Afriyani Susanti, dihukum seberat-beratnya.
"Kalau aku yang terjadi-terjadilah. Sudah takdir Allah, mudah-mudahan bisa jadi pelajaran semua orang," kata Rachel saat ditemui di Gallery Cafe TIM, Jakarta Pusat, Rabu (25/1). "Menurut aku kalau dia (pelaku) hanya dihukum 2 atau 3 tahun penjara, efek jeranya kurang. Paling tidak disamakan dengan hukuman pembunuhan meski ini kecelakaan. Dia memakai narkoba, ini bukan sekedar kelalaian. Kalau di Amerika ini bisa dianggap pembunuhan tingkat 1."
Sebagai anggota DPR, Rachel menilai kalau sistem transportasi juga menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya tragedi itu. Seharusnya, sistem di Indonesia bisa mencontoh negara-negara maju seperti di Eropa.
"Ini sistemnya carut marut semua. Dari transportasi umum juga tidak bersahabat," kata mantan istri Muhamad Akbar Pradana alias Ebes itu. "Kalau di Eropa kan ada jalur sendiri untuk sepeda. Kalau di sini kan campur sama bis, mobil dan motor. Ini bisa memicu kecelakaan lebih besar. Ini sistem yang harus dibenarkan secara keseluruhan tapi balik lagi dari kita sendiri."
Hingga saat ini penabrak sembilan pejalan kaki di tragedi "Xenia Maut", Jl Ridwan, Jakarta, Afriyani Susanti, masih meringkuk di penjara Polda Metro Jaya sebelum menjalani persidangan. Wanita bertubuh tambun itu menyatakan penyesalan karena menghilangkan nyawa orang lain.
"Assallammualaikum Wrh Wbr. Dengan ini saya, Afriyani Susanti, melampirkan surat permohonan maaf atas kecelakaan, Minggu tanggal 22 Januari 2012, lewat keluarga saya dan kuasa hukum saya," demikian bunyi pernyataan surat yang ditulis Afriyani. "Sesungguhnya saya telah merasakan penyesalan yang sangat terdalam kepada semua korban dari saat kejadian tersebut hingga akhir dari perjalanan hidup saya nanti."
"Terkhusus untuk seluruh keluarga korban. Saya tak lagi bisa berkata-kata untuk mengungkapkan rasa penyesalan yang teramat dalam. Maafkan saya atas kehilangan cinta Anda, maafkan saya atas kehilangan pengharapan Anda, maafkan saya," lanjut Afriyani. "Demi Allah saya memohon maaf atas semuanya... Saya mungkin tak patut mendapatkan maaf dari Anda semua... Tapi izinkan saya untuk mengatakan 'Maaf...maaf...maaf'!"
Berikut ini foto surat yang ditulis Afriyani Susanti:
(wk/)