Aktivis pecinta binatang menilai Timur menyiksa dan membuat kucingnya, Coco, terancam mati setelah penatoan selesai dilakukan.
- Tim WowKeren
- Kamis, 16 Februari 2012 - 15:02 WIB
WowKeren - Tato lazimnya ditorehkan di kulit manusia, namun apa jadinya bila diberikan pada seekor kucing. Seniman asal Tatarstan, Rusia, bernama Timur mendapat kritikan setelah ia mentato kucingnya, Coco.
Aksi yang direkam dan diunggah ke Facebook milik Timur itu mengundang protes dari aktivis pecinta binatang. Mereka menganggap penyembuhan dari proses penatoan membuat kucing sangat kesakitan. Tinta tato yang meresap ke kulit Coco juga dapat membuatnya sakit, bahkan mati.
Ide itu berawal saat laki-laki berusia 24 tahun itu ingin Coco memiliki tato yang sama dengannya. Ia kemudian membius kucing betinanya itu selama satu jam. Setelah itu Timur menggambar tato di dada kucing jenis Sphynx atau tanpa bulu itu.
Meski begitu ada yang menilai Timur tidak bertindak salah. Bagaimanapun kucing itu sudah dibius sehingga tidak merasakan sakit. Malah ia dinilai membuat Coco semakin cantik. Sayangnya, beberapa ahli tato mengatakan, tinta itu akan memudar di tubuh Coco hingga hanya berupa titik jelek.
Menurut sumber lokal, sejak lima tahun lalu tato binatang menjadi tren di Tatarstan. Banyak tempat tato yang memberikan harga berbeda bagi setiap jenis hewan tertentu. Tren itu diyakini berasal dari Belgia ketika Wim Delvoye menato babi.
Inilah foto tato pada Coco beserta milik Timur:
(wk/)