Enam perusahaan yakni Apple, Google, Microsoft, RIM, Amazon dan Hewlett-Packard setuju membuat kebijakan privasi yang lebih transparan dan spesifik untuk lindungi penggunanya.
- Tim WowKeren
- Kamis, 23 Februari 2012 - 14:59 WIB
WowKeren - Masalah pelanggaran privasi pengguna smartphone akhir-akhir ini menjadi pembicaraan hangat. Kabar baiknya kini Apple, Google, Microsoft, RIM, Amazon dan Hewlett-Packard (HP) telah setuju untuk mengubah kebijakan privasi mereka. Enam perusahaan raksasa itu akan memberikan jaminan keamanan privasi pada penggunanya.
"Saat ini sebagian besar penjualan aplikasi mobile tidak memiliki kebijakan privasi (privacy policy)," ujar Jaksa Pengadilan California, Kamala Harris. "Dengan menjamin aplikasi memiliki kebijakan privasi, kami menciptakan transparasi. Kami juga memberikan pengguna kontrol informasi untuk menentukan siapa yang boleh mengakses data pribadi mereka."
Perusahaan itu diminta memperbaiki isi kebijakan privasi menjadi lebih spesifik. Mereka juga harus menawarkan pilihan itu sebelum pengunduhan aplikasi dilakukan. Apple dituntut untuk terus menampilkan info tersebut di layar sebagai perjanjian.
Selain itu pengguna juga akan diberi alat untuk memantau aplikasi milik mereka masing-masing. Melalui syarat-syarat dalam perjanjian itu mereka bisa melaporkan aplikasi yang tiba-tiba berubah. Android Market sudah memperbolehkan pengguna untuk menandai aplikasi yang dipertanyakan. Namun, iOS App Store dan Windows Marketplace tidak menyediakan layanan seperti itu.
Masalah pengambilan data pribadi oleh jejaring sosial tanpa seijin pengguna telah mengejutkan publik. Twitter mengaku ambil daftar kontak telepon pengguna smartphone, 16 Februari.
(wk/)