PSSI Temui Menpora untuk Diskusi Masalah Dualisme Kompetisi
SerbaSerbi

Dalam pertemuan tersebut dibahas solusi agar proses rekonsiliasi dengan klub ISL bisa berhasil sehingga PSSI tak akan mendapat sanksi dari FIFA.

WowKeren - PSSI terus berupaya menyelesaikan kisruh dualisme kompetisi sebelum tenggat waktu dari FIFA, 15 Juni. Senin (9/4), pengurus PSSI pimpinan Ketua Umum Djohar Arifin menemui Menpora Andi Mallarangeng untuk meminta saran untuk mengatasi masalah sepak bola nasional.

"Saya sangat berterima kasih kepada Menpora yang sudah memberikan masukan kepada kami untuk mencari langkah-langkah terbaik dalam melakukan proses rekonsiliasi," ujar Djohar. "Kami juga melaporkan hasil kongres di Palangkaraya kemarin. Selain itu, bagaimana persiapan-persiapan tim nasional ke depan. Banyak pokok pemikiran Bapak Menteri yang bisa dijadikan pegangan kami selanjutnya."

Sebagai iming-iming, Djohar menjanjikan akan memberikan peluang bagi pemain Indonesia Super League (ISL) yang berminat bergabung dalam skuad timnas. "Kita harus memantapkan dan harus memadukan timnas ini, dan agar mereka (pemain) juga bisa membela timnas dengan kekuatan penuh. Semuanya masih ada peluang, kita akan lakukan hal itu dengan cara apapun," tegas Djohar.


Sementara itu, Menpora sejak awal telah menyerahkan tanggung jawab menyelesaikan masalah pada PSSI. Ditegaskan Andi, hanya PSSI pimpinan Djohar yang sampai saat ini diakui sebagai organisasi resmi.

"Pemerintah hanya mengakui satu PSSI," ujar Andi. "PSSI hanya boleh ada satu. Yakni yang diakui FIFA dan AFC. Sejauh ini, keduanya masih mengakui Djohar Arifin."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait