Mayor Uli Umri Lubis mengungkapkan Tim SAR telah melihat puing pesawat Sukhoi di tebing Gunung Salak, namun tak bisa memastikan kondisinya dengan jelas dari ketinggian.
- Tim WowKeren
- Kamis, 10 Mei 2012 - 09:55 WIB
WowKeren - Semenjak dikabarkan hilang dan putus kontak hari ini, Rabu (9/5), upaya pencarian pesawat Sukhoi SSJ 100 terus dilakukan. Pesawat berpenumpang sekitar 47 orang tersebut diduga hilang setelah terbang di atas Gunung Salak. Pencarian pun terus dilakukan oleh Tim SAR baik melalui jalur darat maupun udara.
"Hari ini pencarian dilakukan melalui jalur darat dan udara," ujar Ketu Purwa, Koodinator Basarnas di Posko Utama Cidahu, Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). "Kami pun mengerahkan ratusan petugas pencari dari Basarnas, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat."
Melalui jalur darat, dua posko Tim SAR telah disiapkan untuk melakukan pencarian, yakni di Kabupaten Bogor dan di Kabupaten Sukabumi. Sedangkan untuk jalur udara, empat helikopter dikerahkan guna mencari di titik koordinat hilangnya pesawat tersebut. "Kami menyiapkan empat helikopter untuk melakukan pencarian lewat udara," tambahnya.
Kini kabar terbaru menyebutkan bahwa Tim SAR jalur udara berhasil melihat puing pesawat di daerah Cidahu, kawasan Kabupaten Bogor, di tebing Gunung Salak. Namun kondisi pesawat masih belum bisa dipastikan karena hanya bisa dilihat dari ketinggian. Daerah tersebut juga diduga sulit untuk dijangkau melalui jalur darat.
"Titiknya sudah kita ketahui," ujar Mayor Uli Umri Lubis, dalam wawancara di Metro TV. "Tapi kondisi pesawat masih belum jelas karena kita melihat dari ketinggian."
Sekedar informasi, pesawat Sukhoi SSJ 100 lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 14:00 WIB. Namun sekitar 14:33 WIB pesawat buatan Rusia itu dikabarkan hilang kontak pada ketinggian 6000 kaki.
(wk/)