Badai Kerispatih Terus Berdoa Demi Ayah Mertua Korban Sukhoi
Selebriti

Badai beserta keluarga istrinya rutin menggelar pengajian agar segera mengetahui nasib Kapten Herman yang jadi korban insiden pesawat jatuh di Gunung Salak itu.

WowKeren - Duka masih menyelimuti keluarga Badai dan istrinya, Dewi Citra Asmarani, karena belum mengetahui nasib sang ayah mertua, Kapten Herman Sulardji. Ayah mertua gitaris Kerispatih itu merupakan salah satu korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet-100, di Gunung Salak, Rabu (9/5).

Demi menguatkan diri dan mencoba ikhlas, Badai sekeluarga menggelar pengajian di rumah di Pondok Kopi, Jakarta Timur. "Kita pengajian, tapi bukan tahlilan, kami cuma baca Al Quran saja," ujar ibu mertua sekaligus istri Kapten Herman, Indar Sri Wijayanti, Selasa (15/5).

Hingga saat ini Badai masih menunggu dengan sabar kejelasan soal ayah mertuanya. Ia berusaha memahami jika petugas belum bisa mengidentifikasi semua korban.


"Kita tidak mau menekan-lah. Cuma yang kami minta kalau bisa apapun keadaan dari Papa bisa teridentifikasi saja," kata Badai. "Supaya kalau memang sudah tiada, bisa kita makamkan."

Perkembangan terakhir, tim SAR gabungan TNI dan relawan Indonesia serta SAR Rusia sedikitnya sudah mengevakuasi 31 kantong jenazah. Sementara itu, KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) sedang menyelidiki kotak hitam yang telah ditemukan oleh Kopassus, Selasa (15/5).

Kotak hitam yang menyimpan rekaman pembicaraan pilot dengan menara pengawas itu dalam kondisi bekas terbakar. Nantinya hasil penyelidikan berdasarkan kotak hitam ini akan dibacakan di Indonesia, setahun mendatang.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!