Kerispatih mendoakan agar Badai dan istrinya, Dewi, lebih sabar dan tawakal dalam menghadapi cobaan ini.
- Tim WowKeren
- Kamis, 24 Mei 2012 - 08:41 WIB
WowKeren - Peristiwa kecelakaan pesawat Sukhoi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Badai Kerispatih. Sang mertua, Capt. H Herman Suladji S.E, ikut menjadi korban dalam peristiwa naas tersebut. Anggota Kerispatih lainnya pun ikut menghaturkan bela sungkawa dengan mendampingi Badai di pemakaman.
"Kami sangat sedih, berduka cita mendalam. Nggak menyangka ada keluarga kita juga di situ," kata Kerispatih saat ditemui di TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (23/5). "Semoga lebih sabar dan tawakal bagi yg ditinggalkan. Beberapa acara Kerispatih sempat di-cancel. Pihak penyelenggara acara masih bisa menerima dan mengerti dengan kondisi ini."
Capt. H Herman Suladji S.E dimakamkan di TPU Pondok Kelapa. Sebelum dimakamkan, peti jenazah disholatkan terlebih dulu di Masjid Al Muhajirin, dekat rumah duka. Badai ikut memanggul peti untuk dibawa ke mobil jenazah. Air mata para keluarga pun tak terbendung saat peti jenazah diturunkan ke liang lahat pukul 13.00 WIB.
Sesudah pemakaman, Badai dan istrinya, Dewi, juga mengungkapkan kesedihannya. Meski begitu mereka telah ikhlas dan tidak meminta pertanggung jawaban pihak manapun. Mereka berterima kasih atas perhatian yang telah diberikan selama masa-masa sulit ini.
"Puji Tuhan papa sudah dimakamkan. Aku dan keluarga sudah ikhlas," ujar Dewi. "Aku yakin papa sudah mendapatkan tempat yang terbaik di surga. Terima kasih buat teman-teman media."
"Papa bagiku adalah guru yang tidak pernah pensiun. Aku sudah kenal beliau sejak sebelum menikah dengan istriku. Papa menjadi teman bicaraku," kata Badai yang juga mengaku tidak memiliki firasat sebelum kecelakaan terjadi. "Kalau aku sendiri tidak ada firasat."
(wk/)