'2016: Obama's America' meraup pendapatan USD 9 juta (sekitar Rp 85 miliar) dan berhasil menjadi film dokumenter terlaris di 2012.
- Tim WowKeren
- Senin, 27 Agustus 2012 - 14:32 WIB
WowKeren - Kisah kontroversial tentang orang nomor satu di Amerika Serikat, "2016: Obama's America", ternyata malah laris manis di negaranya sendiri. Film dokumenter bertemakan anti-Obama itu sukses meraup pendapatan mencapai lebih dari USD 9 juta (sekitar Rp 85 miliar).
Jumlah ini membuat film tersebut berhasil memecahkan sejumlah rekor. "2016: Obama's America" sukses menjadi film dokumenter terlaris 2012 mengalahkan "Bully" yang 'hanya' meraup USD 3,5 juta (sekitar Rp 33 miliar). Selain itu, film ini juga berhasil menjadi film dokumenter konservatif terlaris sepanjang masa. Sebelumnya rekor itu dipegang oleh "Expelled: No Intelligence Allowed" dengan pendapatan USD 7,7 juta (sekitar Rp 73 miliar).
Meski memiliki tema kontroversial, namun sang produser, Gerald Molen, percaya dengan fakta yang ia suguhkan di film ini. Produser "Jurassic Park" ini mengatakan larisnya "2016: Obama's America" membuktikan kalau masyarakat Amerika Serikat percaya padanya.
"Semua filmku selalu mengungkapkan kebenaran. Itu memang penting untukku," ujar Gerald. "Kami telah membuat film yang jujur dan jumlah pendapatan ini membuktikan masyarakat Amerika Serikat setuju dengan teori itu."
"2016: Obama's America" merupakan film yang dibuat berdasarkan buku karya Dinesh D'Souza, "The Roots of Obama's Rage". Film ini mengisahkan tentang usaha Dinesh D'Souza untuk mencari saudara tiri Barrack Obama, George Obama, yang disebut-sebut hidup miskin di Kenya, Afrika. Film itu diarahkan oleh Dinesh D'Souza bersama John Sullivan.
(wk/)