80 Tahun Jadi Media Cetak, Newsweek Akan Beralih ke Online
SerbaSerbi

Majalah Newsweek akan mengakhiri edisi cetaknya pada 31 Desember 2012 dan mulai total beralih ke online.

WowKeren - Majalah mingguan terkenal di Amerika, Newsweek, akan mengakhiri edisi cetaknya. Majalah yang telah terbit selama 80 tahun ini akan terbit dalam format online pada 2013. Edisi cetaknya yang terakhir akan diterbitkan pada 31 Desember nanti.

Berita mengenai perpindahan bentuk dari cetak ke online itu disampaikan kepala editor dan sekaligus pendiri The Newsweek Daily Beast Corporation, Tina Brown. "Era cetak majalah Newsweek berakhir pada 31 Desember 2012," Kata Tina.

Tina juga mengatakan nantinya Newsweek akan berganti nama menjadi Newsweek Global. Menurutnya, format digital akan memudahkan majalah yang bermarkas di New York itu untuk cepat berkembang.


Dengan media online, Newsweek dapat meraih banyak pembaca di seluruh dunia. Tina mengatakan saat ini banyak orang yang melek teknologi dan menggunakan smartphone untuk mengakses informasi.

Pada 2003, penjualan majalah ini di seluruh dunia mencapai lebih dari 4 juta eksemplar, termasuk 2,7 juta di AS. Namun di tahun 2010, oplah majalah itu turun menjadi 1,5 juta eksemplar. Selain terbit dalam edisi internasional bahasa Inggris, Newsweek juga terbit dalam edisi sejumlah bahasa antara lain Jepang, Korea, Polandia, Spanyol, Arab dan Turki.

Peralihan bentuk dari cetak ke online ini juga berdampak pada pemecatan karyawan. Pemilik Newsweek, Barry Diller, mengiyakan adanya pemutusan hubungan kerja karyawannya. Namun ia menolak untuk menyebutkan jumlah karyawan yang akan dipecat.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!