Di film ini, Dimas berperan sebagai Husyeon, seorang penterjemah Jepang yang akhirnya berjuang dengan KH Hasyim Asy'ari.
- Tim WowKeren
- Rabu, 24 Oktober 2012 - 21:49 WIB
WowKeren - Berperan sebagai penterjemah penjajah Jepang di tahun 1940an membuat Dimas Aditya harus belajar ekstra keras demi mendalami karakter peran yang ia mainkan.
"Di film ini saya berperan sebagai Husyein. Seorang penerjemah Jepang yang sebelum akhirnya dirinya memutuskan berjuang bersama KH Hasyim Asy'ari ketika bertemu di penjara. Membangun karakter peran ini yang sulit buat saya pribadi. Bisa menghidupkan kembali karakter jaman dulu," ucap Dimas saat ditemui di syukuran film "Sang Kiai" di Gedung Joeang 45, Jakarta Pusat, Rabu (24/10).
Setelah vakum selama 2.5 tahun dari dunia film. Membuat pemain film "Kawin Kontrak" ini langsung memutuskan untuk menolak tawaran bermain FTV ketika dirinya mendapat tawaran bermain film "Sang Kiai".
"Awalnya saya enggak tahu siapa itu sosok KH Hasyim Asy'ari. Karena orang kan pada umumnya tahunya Wahid Hasyim. Tapi begitu saya ditawari dan saya mencoba mencari tahu sosok Hasyim Asy'ari langsung saya tolak semua tawaran FTV yang masuk ke saya," harap Dimas. "Film ini sangat bagus karena sarat dengan pesan nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme bagi generasi muda seperti saya ini. Saya berharap kelak saya bisa seperti beliau."
Totalitas diberikan kepada aktor kelahiran Jakarta 28 tahun silam ini dengan melakukan observasi yang tidak biasa dilakukan oleh kebayakan aktor-aktor film yang lain.
"Karena film ini film yang sangat berkualitas dari segi cerita dan pemainnya, jadi di film ini saya harus berakting semaksimal mungkin. Walaupun mungkin nantinya saya enggak bermain sebagus pemain yang lainnya. Karena syuting 4 kota dan 43 hari jadi sudah 1 bulan ini saya mulai belajar bahasa jepang, kulturnya, budayanya sampai kalau dirumah saya sudah mulai membiasakan diri untuk tidak pakai AC dan TV," ungkapnya.
(wk/)