Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengungkap kalau pelarangan itu diperlukan karena suporter dua kompetisi selalu memicu kerusuhan yang mengakibatkan korban jiwa.
- Tim WowKeren
- Senin, 05 November 2012 - 15:55 WIB
WowKeren - Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane, meminta Kapolri tidak mengizinkan digelarnya kompetisi sepak bola Indonesia Super League ataupun Indonesia Premier League musim depan. Pasalnya ulah suporter dalam kompetisi tersebut sering memicu kerusuhan massal.
Dalam data IPW, musim ISL maupun IPL 2011-2012 diwarnai tawuran dan kerusuhan. Ada 14 orang tewas dan 14 luka berat yang menjadi korban di sejumlah kerusuhan. Padahal di 2011 hanya tiga tewas dan tiga luka.
"Kenaikan jumlah korban ini sangat memprihatinkan. Apalagi situasi sosial politik 2013 sangt rawan karena menjelang Pemilu dan Pilpres 2014," kata Neta di Jakarta, Senin (5/11). "Sebab itu IPW mendesak Kapolri agar tidak mengizinkan kompetisi ISL dan IPL pada 2013."
Tak hanya faktor rawan kerusuhan yang menjadi alasan, IPW tak berkenan digelar ISL dan IPL juga karena dualisme kompetisi dan juga dugaan pelanggaran hukum masih mewarnai kompetisi, terutama dalam hal penggunaan pemain asing.
"Bukan mustahil konflik dan tawuran suporter dalam pertandingan sepak bola akan melebar menjadi kerusuhan massal," tuturnya. "Bukan mustahil pula kerusuhan dari pertandingan sepakbola ini dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengacaukan situasi Kamtibmas nasional menjelang Pemilu dan Pilpres 2014."
(wk/)