Anonymous berhasil meretas 700 website dan mengungkap 3 ribu data kelompok pro Israel, sementara pemerintah membenarkan satu sempat down 10 menit karena serangan itu.
- Tim WowKeren
- Senin, 19 November 2012 - 15:33 WIB
WowKeren - Saat ini situasi di Gaza, Palestina, memanas dengan adanya serangan dari Israel. Tak hanya di darat dan udara, pertarungan sengit juga terjadi di dunia maya antara Israel dan Anonymous. Kelompok hacker paling populer ini mengunggah sebuah video di YouTube yang menyatakan mereka mengobarkan cyberwar terhadap Israel.
Anonymous mengklaim telah merusak database nyaris 700 website Israel, diantaranya adalah Bank of Jerusalem. Operasi #OpIsrael ini membobol berbagai jenis website yang diubah menjadi menampilkan pesan dan gambar yang mendukung Palestina.
Pemerintah Israel telah mengakui 44 ribu serangan terus terjadi ke website resmi mereka selama beberapa hari sejak serangan militer dilancarkan. Menteri Keuangan Israel, Yuval Steinitz, membenarkan ada satu website yang berhasil dibobol Anonymous. Ia mengakui website yang namanya tak disebutkan itu sempat berhenti beroperasi sepuluh menit.
"Divisi komputer di kementerian akan terus memblokade jutaan serangan di dunia maya," ucap Steinitz yang mengaku masih percaya diri dengan kemampuan sistem komputer mereka. Kementrian Pertahanan Israel juga mengatakan serangan di internet ini juga menjadi perang ketiga mereka selain secara fisik dan jejaring sosial.
Anonymous juga mengklaim berhasil membobol 3 ribu data individu yang telah mendonasikan uangnya untuk kelompok pro Israel. Data tersebut diposting di website Pastebin yang mengungkap mulai dari alamat, nomor telepon dan kontak email. Namun keakuratan data tersebut masih dipertanyakan meski biasanya Anonymous menyebarkan data yang akurat.
Pemerintah mengatakan pada Reuters sebanyak 10 juta mencoba membobol website terkait kepresidenan Israel. Sedangkan 7 juta ke Kementrian Luar Negeri dan kantor Perdana Menteri terus mencoba memblokir 3 juta serangan cyber.
(wk/)