PSSI bekerjasama dengan Sport Data Group untuk periode 2012-2015 demi memberantas kasus suap, pengaturan skor ataupun korupsi sekaligus membangun citra agar lebih dipercaya masyarakat.
- Tim WowKeren
- Rabu, 21 November 2012 - 09:27 WIB
WowKeren - PSSI berusaha mengubah stigma di masyarakat yang selama ini meragukan kinerja induk organisasi sepak bola Tanah Air ini. Untuk itu, Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, pun mengungkap rencana PSSI untuk memberantas praktek suap, pengaturan skor hingga korupsi yang marak terjadi di dunia sepak bola.
Sebagai langkah awal, PSSI menggandeng kerjasama dengan organisasi yang didirikan di Inggris, Sport Data Group. Nantinya, kerjasama ini akan berlangsung hingga 2015.
"PSSI sebelumnya mengalami banyak masalah dan juga hambatan. Ini juga terkait praktek yang ditinggalkan pada masa lalu seperti match fixing, juga menyangkut masalah suap. Kami menganggap hal-hal tersebut turut menghambat kinerja PSSI," sahut Halim di Jakarta, Selasa (20/11). "Kerja sama ini dibangun secara terus-menerus untuk membuat sepak bola Indonesia bersih. Untuk itu, kompetisi internal juga akan diawasi. Dalam tiga sampai enam bulan ke depan kami akan menyusun MoU, baru kemudian tentukan prioritas."
Investigator Regional ASEAN, Michael Braid, juga senang dengan jalinan kerjasama tersebut. Apalagi, praktek kejahatan dalam dunia sepak bola tidak hanya terjadi di Indonesia.
"Dalam sepuluh tahun terakhir, Sport Data Group mencatat kejahatan juga terjadi di Singapura dan Malaysia. Kejahatan yang terjadi kebanyakan mengenai pengaturan skor dan judi," kata Michael. "Oleh karena itu, kami akan berdiskusi dengan PSSI untuk menciptakan sepak bola yang lebih baik di masa depan. Kami juga siap membantu apabila PSSI memang meminta kami menyelediki kasus pengaturan di final Piala AFF 2010. Saya sendiri sebelumnya telah mendengar kabar itu."
(wk/)