CEO APPI Valentine Simanjuntak memprediksi kalau sanksi FIFA itu salah satunya memutus hubungan dengan luar negeri sehingga otomatis pemain harus keluar dari klub Indonesia.
- Tim WowKeren
- Rabu, 12 Desember 2012 - 08:34 WIB
WowKeren - 14 Desember nanti, FIFA diprediksi akan menjatuhkan sanksi pada Indonesia karena kisruh dualisme organisasi antara PSSI dan KPSI. CEO Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), Valentine Simanjuntak, mengungkap kalau hukuman itu akan berimbas pada pemain asing di kompetisi profesional Indonesia.
Nantinya, para pemain negara lain akan dilarang untuk membela klub Indonesia. "Sanksi FIFA membuat hubungan Indonesia dengan dunia luar diputus. Otomatis pemain asing disuruh keluar," sahut Valentine di Jakarta, Selasa (11/12).
Sebagai antisipasi, Pelaksana Tugas Menpora, Menko Kesra Agung Laksono, memutuskan membentuk tim task force yang akan bernegosiasi dengan FIFA. "Setelah pertemuan konsultasi dengan tokoh sepak bola dan olahraga nasional, kami membentuk tim yang bertugas untuk membantu menyelesaikan permasalahan di tubuh PSSI," katanya dalam jumpa pers di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta.
Tim tersebut diketuai Rita Subowo, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Anggotanya adalah mantan Ketua Komite Normalisasi (KN) Agum Gumelar, Ketua KONI Tono Suratman, dan dua wakil dari Menpora, Yuli Mumpuni (Sesmenpora) serta Djoko Pekik Irianto (Deputi IV Kemenpora). Tugas tim task force yang harus segera dijalankan adalah konsultasi dengan FIFA dalam upaya untuk menghindari sanksi terhadap Indonesia. Melakukan konsultasi dengan FIFA dan AFC mengenai kemungkinan pemerintah menggunakan UU No. 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan PP nomor 16 tahun 2007 tentang penyelenggaraan keolahragaan.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, juga akan bertolak ke Jepang untuk melobi FIFA. Sampai saat Djohar belum rela jika PSSI disalahkan atas krisis sepak bola Tanah Air.
"Saya bersama tiga anggota PSSI akan datang ke Jepang untuk melakukan konsultasi dengan FIFA sekaligus menjelaskan duduk masalah di Indonesia," kata Djohar. "Kenapa kami dihukum? Kami sebagai anggota FIFA resmi tidak dalam posisi yang salah. Karena yang mengacaukan persepakbolaan Indonesia itu adalah suatu kelompok."
(wk/)