Brand perawatan rambut ghd merasa tak memperpanjang kontrak Katy senilai USD 2 juta (sekitar 19 miliar) karena merasa ia tak terlalu terkenal di Eropa.
- Tim WowKeren
- Selasa, 16 April 2013 - 16:11 WIB
WowKeren - Kontrak iklan Katy Perry dengan brand perawatan rambut ghd (singkatan dari good hair day) dikabarkan berakhir dengan konflik. Sengketa ini diawali dengan pihak Katy yang berencana menuntut ghd, dibawah perusahaan Jemella Group, senilai USD 2 juta (sekitar 19 miliar). Mereka merasa ghd berhutang pada Katy senilai USD 2 juta (sekitar 19 miliar) atas perpanjangan kontraknya.
Namun, perwakilan Jemella Group membantah hal ini dan merasa tak pernah memperpanjang kontrak Katy. Oleh karena itu, sebelum agensi pelantun hits "Firework" itu melancarkan tuntutannya, mereka melaporkan kasus ini terlebih dahulu ke pengadilan untuk memblokir gugatan Katy jika pihaknya jadi menuntut.
Menurut Jemella Group, mereka hanya pernah menjalin kerja sama dengan Katy untuk ghd senilai USD 4,5 juta (sekitar Rp 43 miliar) dan tak pernah memperpanjangnya lagi. Mereka memutuskan tak memperpanjang kontrak Katy karena menganggap mantan kekasih John Mayer itu tidak terlalu populer lagi di Eropa.
Tetapi pihak Katy bersikeras tentang adanya kontrak tambahan tersebut. Mereka mengungkapkan bahwa kontrak perpanjangan itu memang tidak dilakukan secara tertulis, namun melalui pembicaraan secara lisan.
"Jemella bermaksud mempermalukan Katy Perry, termasuk mengeluarkan penyataan tentang dirinya di hadapan publik," ujar perwakilan Katy. "Mereka mundur dari kesepakatan karena adanya perubahan kepemilikan," tambah Katy.
(wk/)