Pihak produksi film berjudul 'Twiharder' itu merasa tak terima dan menuduh Lionsgate melakukan sabotase terhadap perilisan film tersebut.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 01 Juni 2013 - 09:01 WIB
WowKeren - Lionsgate dan Summit Entertainment merupakan studio resmi yang memproduksi dan memiliki hak atas film-film "Twilight". Lucunya, Lionsgate malah mendapat tuntutan dari pembuat film parodi "Twilight" yang diberi judul "Twiharder". Tak tanggung-tanggung, pihak produksi film parodi itu menuntut Lionsgate senilai USD 500 juta (sekitar Rp 4,8 triliun).
Studio Behind the Lines Productions berdalih Lionsgate melakukan persaingan bisnis tak sehat agar "Twiharder" tak bisa dirilis. Mereka mengklaim Lionsgate menyabotase film parodi itu dengan mengirimkan surat peringatan pada distributor-distributor film yang tertarik dengan "Twiharder". Para distributor ini memang langsung mengurungkan niatnya dan mundur dari proyek itu setelah mendapat surat peringatan dari Lionsgate.
Behind the Lines Productions juga bersikukuh bahwa mereka memiliki izin untuk membuat film parodi "Twilight". Mereka mengaku "Twiharder" sudah melalui tes yang dilakukan pengacara dan para ahli perfilman. Atas aksi Lionsgate ini, Behind the Lines Productions merasa tak terima dan mengajukan tuntutan hukum sepanjang 219 halaman.
Ketika disinggung bahwa Lionsgate memang pemilik resmi hak cipta film yang dibintangi Robert Pattinson itu, Behind the Lines Productions tetap merasa tak terima. "Lionsgate dan Summit mendominasi dan menguasai pasar industri perfilman selama 5 tahun terakhir. Mereka melakukan monopoli dan beraksi seperti predator untuk melindungi franchise mereka," ujar perwakilan Behind the Lines Productions. Sementara itu, Lionsgate belum mengeluarkan pernyataan resmi terhadap tuntutan tersebut.