Sutradara Zack Synder mengaku Chris sempat tak setuju dengan idenya untuk membunuh karakter Jenderal Zod di akhir film.
- Tim WowKeren
- Rabu, 19 Juni 2013 - 15:02 WIB
WowKeren - Ada baiknya anda tidak meneruskan membaca artikel ini jika tak ingin mengetahui bocoran kisah "Man of Steel". Baru-baru ini sutradara Zack Synder mengungkapkan bahwa ternyata produser Christopher Nolan sempat tak setuju dengan akhir kisah film terbaru Superman ini. Sutradara "300" itu mengaku perlu waktu yang lama untuk meyakinkan Chris tentang kematian Jenderal Zod di akhir film.
"Di cerita aslinya, Zod hanya terperangkap di Phantom Zone," ujar Zack. "Tapi penulis naskah David S. Goyer, Chris dan aku banyak berdiskusi tentang itu dan aku bilang pada mereka mengapa kita tidak membunuh Jenderal Zod saja. Kurasa Superman harus membunuhnya."
"Apa alasannya? Menurutku aku merasa karena di cerita aslinya tak ada kejelasan mengapa Superman enggan membunuh Jenderal Zod," tambahnya. "Aku ingin membuat skenario dimana Superman harus memilih apakah dia ingin masyarakat terbunuh atau dia memang harus melakukan apa yang seharusnya ia lakukan."
Penulis naskah David langsung setuju dengan ide Zack, namun lain halnya dengan Chris. "Dia bilang, 'Tak mungkin kau melakukan hal ini'," ujar Zack. Untungnya, David berhasil meyakinkan sineas yang dikenal mengarahkan "The Dark Knight Rises" itu. "Aku punya ide ini dan bagaimana orang-orang ini mati. Aku menulisnya dan memberikannya pada Chris dan dia bilang 'Oke, kau berhasil meyakinkanku'," ujar David.
Film itu dibintangi oleh Henry Cavill (Superman), Amy Adams (Lois Lane), Laurence Fishburne (Kepala Editor Perry White), Kevin Costner (ayah angkat Clark), Diane Lane (ibu angkat Clark) dan Russell Crowe (ayah Superman, Jor-El). Saat ini "Man of Steel" sudah bisa disaksikan di bioskop.
(wk/)