Universitas Kasetsart mengaku penggunaan topi dengan kertas menghalangi pandangan ke kanan dan kiri itu sudah disepakati.
- Tim WowKeren
- Senin, 19 Agustus 2013 - 09:48 WIB
WowKeren - Ada banyak cara untuk mencegah para siswa menyontek saat ujian, namun cara satu ini tampaknya menuai pro kontra. Universitas Kasetsart di Thailand sampai harus mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan topi anti menyontek kreasi mereka yang dikenakan saat mahasiswa ujian.
Kontroversi berawal saat Kasetsart mengunggah foto ketika para mahasiswanya menjalani ujian di Facebook. Tampak mereka semua mengenakan topi berupa ikat kepala dengan lembaran kertas ukuran A4 untuk menghalangi pandangan ke kanan dan kiri. Publik pun langsung menuding topi tersebut dianggap tidak sopan karena mempermalukan pemakainya.
Universitas di Bangkok tersebut akhirnya memberikan pernyataan mengenai topi kontroversial tersebut. Salah satu dosen, Nattadon Rungruangkitkrai, mengaku penggunaan topi itu sudah disepakati sehingga tidak ada paksaan yang bertujuan mempermalukan.
"Topi itu adalah hasil kesepakatan kami," ucap Nattadon. "Tidak ada siswa yang dipaksa memakainya. Sebaliknya kami semua senang mengenakannya. Mereka merasa santai selama ujian."
"Topi tersebut bukan berarti menunjukkan bahwa mahasiswa Kasetsart sering menyontek saat ujian," lanjut Nattadon. "Saya minta maaf telah membuat orang lain melihat para siswa kami dalam pandangan negatif."
Pihak universitas sendiri mengaku topi anti nyontek yang nyeleneh itu tidak akan mereka gunakan lagi. Ujian tersebut merupakan yang pertama dan terakhir menggunakannya.
(wk/)