Kabarnya Lenovo sudah mencapai kesepakatan tertutup namun pemerintah Kanada tidak merestui karena khawatir masalah keamanan nasional.
- Tim WowKeren
- Rabu, 06 November 2013 - 09:57 WIB
WowKeren - BlackBerry membuat langkah mengejutkan dengan memecat Thorsten Heins sebagai CEO dan membatalkan penjualan perusahaan. Lenovo sempat santer disebut sebagai calon pembeli terkuat. Namun isunya akuisi tersebut batal karena digagalkan pemerintah Kanada.
The Globe and Mail mengatakan bahwa pemerintah Kanada mencoret semua perusahaan asal China yang menego BlackBerry. Masalah keamanan nasional jadi pertimbangan pemerintah, karena BlackBerry memang merupakan aset negara. Kini BlackBerry dinahkodai oleh John Chen, mantan CEO Perusahaan Software Sybase yang asal Hong Kong tapi bermigrasi ke Amerika pada 1973.
Kabarnya pemerintah sudah mengambil sikap ini sejak dua bulan lalu. Mereka mengadakan rapat tingkat tinggi dengan para petinggi BlackBerry dalam menegaskan sikapnya tersebut. Namun hingga kini mereka tidak mengkonfirmasi kebenaran keberadaan nama Lenovo.
"Kami tetap terbuka pada investasi perusahaan asing, termasuk dari China, tapi tidak dengan mengorbankan keamanan nasional," ucap salah satu petinggi pemerintahan dalam wawancara. "Saya rasa keputusan kami ini tidak mengejutkan."
Sebelumnya, Waal Street Journal menyebutkan bahwa Lenovo sudah mencapai kesepatan tertutup dengan BlackBerry untuk akuisisi. Petinggi perusahaan asal Beijing itu juga pernah mengatakan secara terbuka tertarik dengan BlackBerry. "Kami mencari segala kemungkinan, RIM (nama lama BlackBerry) maupun lainnya," klaim saat itu.
(wk/)