Awalnya Komite Olimpiade Indonesia menargetkan mendapat 460 medali, tapi karena cabang Chinlone batal ikut maka target berubah menjadi 452 medali.
- Tim WowKeren
- Rabu, 13 November 2013 - 23:47 WIB
WowKeren - Perhelatan akbar olahraga se-Asia Tenggara sudah ada di depan mata. Pengurus Komite Olimpiade Indonesia (KOI) telah mempersiapkan segala jenis keperluan untuk keberangkatan kontingen di seluruh cabang olahraga yang akan ikut serta.
"Untuk dana kita sudah siapkan anggaran sebesar empat puluh sembilan miliar untuk persiapan kontingen kita nanti di Myanmar. Mulai dari unsur medis, transportasi, akomodasi, lainnya. Termasuk juga para awak media yang juga akan ikut meliput kesana, karena kondisi Myanmar tidak sama dengan negara kita," tutur Rita Subowo saat ditemui di preskon SEA GAMES XXVII di Komite Olimpiade Indonesia di Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 13 November.
Tahun ini SEA Games XXVII akan berlangsung pada tanggal 11-22 Desember 2013 di Myanmar. Indonesia berniat untuk mempertahankan gelar juara umumnya di SEA Games kali ini dengan menargetkan meraih 452 medali.
"Tadinya kita menargetkan mendapat empat ratus enam puluh medali. Tapi karena cabang Chinlone batal ikut maka target berubah menjadi empat ratus lima puluh dua medali. Dan untuk mempertahankan gelar juara umum, Indonesia harus memiliki persentase perebutan medali sekitar dua puluh lima hingga tiga puluh persen," kata Asrizal Tanjung, Sekjen KOI.
Tidak seperti SEA Games tahun lalu, tampaknya untuk tahun ini sebagai Myanmar sebagai negara tuan rumah, memiliki peraturan yang sangat ketat. Dan hal tersebut berdampak pada jumlah atlit di masing cabang olahraga yang akan bertanding akan dibatasi jumlahnya.
"Kontingen Indonesia akan mengikuti tiga puluh tiga cabang olahraga dari kategori olahraga permainan, terukur, beladiri, dan akurasi. Dan aturan pada setiap cabang sudah ditetapkan oleh pihak MYASOC (Ofisial panitia SEA Games Myanmar). Dan karena ketatnya, banyak PB yang berdiskusi dengan kami dan meminta kelonggaran untuk masalah jumlah kuota. Namun pihak Myanmar tetap berpegang pada Technical Hand Book," tandas Asrizal.
(wk/)