Peneliti memprediksi Facebook akan mengalami penurunan tajam pengguna pada kisaran 2015-2017.
- Tim WowKeren
- Kamis, 23 Januari 2014 - 15:12 WIB
WowKeren - Facebook telah diklaim tidak lagi populer di kalangan remaja, kini tampaknya kondisi tersebut semakin parah. Tim peneliti Princeton menyebut bahwa Facebook akan seperti "wabah penyakit" alias menyebar cepat kemudian mati dalam menggambarkan kondisi itu.
Prediksi "fase penurunan" Facebook akan terjadi dalam waktu dekat. Jejaring sosial itu bisa kehilangan 80 persen pengguna pada tahun 2015. Para peneliti tersebut menganalisa naik turunnya jejaring sosial lainnya, Myspace, untuk membuktikan teori mereka dapat memprediksi secara akurat kejatuhan Facebook nantinya.
"Prediksi kemungkinan model yang paling cocok untuk masa depan menunjukkan bahwa Facebook akan mengalami penurunan cepat dalam tahun-tahun mendatang," tulis laporan tersebut. "Facebook akan kehilangan 80 persen dari puncak pengguna terbanyaknya pada kisaran 2015 dan 2017."
Untuk menjelaskan mengapa jejaring sosial seperti penyakit menular, peneliti menyamakannya dengan ide. "Ide itu seperti penyakit yang telah terbukti menyebarkan virus kepada orang-orang sebelum akhirnya mereka sekarat. Itu telah berhasil dijelaskan dengan model epidemiologi."
Facebook, yang saat ini memiliki 874 juta pengguna di seluruh dunia, pasti akan keberatan untuk dibandingkan dengan epidemi virus. Tapi perusahaan itu sendiri mengakui pada bulan Oktober 2013 telah kehilangan pengguna remaja. Lebih dari 11 juta remaja dan mahasiswa telah meninggalkan Facebook sejak tahun 2011.
Para ahli percaya bahwa anak-anak remaja semakin meninggalkan Facebook untuk beralih ke aplikasi seperti WhatsApp, Snapchat dan lain-lain. Hal itu juga nampak dalam laporan iStrategy Labs yang mencatat penurunan 4,2 juta pengguna remaja dan 6,9 juta mahasiswa dbanding 2011. Studi baru juga mengungkapkan para remaja berpaling dari Facebook karena terlalu terbuka dalam menyebarkan privasi.
Kepala keuangan Facebook, David Ebersman, juga mengakui penurunan pengguna mereka itu. "Kami memang melihat penurunan pengguna sehari-hari, khususnya remaja muda namun di Amerika Serikat masih stabil," kata David.
(wk/)