Sinetron 'Tukang Bubur Naik Haji' Mendapat Teguran KPI
TV

Salah satu episode sinetron ini menampilkan calon presiden dan wakil presiden dari Partai Hanura.

WowKeren - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menegur program televisi yang berbau politik dan kampanye. Kali ini giliran sinetron "Tukang Bubur Naik Haji The Series" yang terkena dampaknya.

Pasalnya sinetron yang tayang di RCTI ini pernah menampilkan calon presiden dan wakil presiden Partai Hanura yaitu Wiranto dan Hari Tanoesoedibjo. Saat itu mereka muncul di salah satu episode yang tayang, Sabtu (1/2). Sinetron ini mendapat teguran tertulis dari KPI, Selasa (4/2) dengan nomor surat /K/KPI/02/14.

Seperti yang telah disebutkan surat KPI bahwa dalam episode tersebut keduanya muncul saat adegan warga sedang bergotong-royong. Kemudian mereka menyampaikan pesan kepada warga. "Saya ini Pak Win HT. Pak Wiranto dan Pak Hary Tanoe, yang biasa keliling-keliling begini melihat keadaan rakyat. Kalau kita diatas terus, gak lihat keadaan rakyat sesungguhnya bagaimana," ujar Wiranto.

Setelah itu Hari Tanoesoedibjo juga menambahkan bahwa mereka baru saja mengadakan bakti sosial. Ia menyatakan bahwa keduanya juga harus berkeliling untuk memberikan pelayanan kesehatan pada korban banjir.


Menurut KPI, sinetron ini telah menggunakan lembaga penyiaran bersangkutan dan/atau kelompoknya untuk kepentingan pribadi. Pelanggaran tersebut masuk dalam kategori pelanggaran atas perlindungan kepentingan publik.

"KPI Pusat memutuskan bahwa tindakan penayangan tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 11 dan Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 11 ayat (1) dan ayat (2)," bunyi surat teguran KPI. "Berdasarkan pelanggaran di atas. KPI Pusat memberikan sanksi administratif Teguran Tertulis."

Sinetron "Tukang Bubur Naik Haji The Series" ini mulai tayang sejak tahun 2012. Sinetron yang tayang setiap hari pukul 20:00 WIB ini juga diperankan oleh Uci Bing Slamet, Latief Sitepu, Citra Kirana, Andi Arsyil Rahman dan Annisa Trihapsari.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!