Yoichi Masuzoe pernah mengatakan wanita tidak cocok duduk di pemerintahan karena mereka bersikap tidak rasional saat haid.
- Tim WowKeren
- Senin, 10 Februari 2014 - 13:23 WIB
WowKeren - Seorang calon gubernur di Jepang menimbulkan kontroversi setelah melontarkan pernyataannya. Yoichi Masuzoe dianggap telah merendahkan martabat wanita dalam kampanye politiknya. Kini para kaum hawa di Tokyo pun melancarkan aksi protesnya dengan cara tak biasa.
Sekelompok wanita di Tokyo mengumumkan akan melakukan mogok seks untuk memprotes calon gubernur baru kota tersebut. Mereka mengancam ogah tidur dengan pria manapun yang memilih Yoichi di pemilu nanti. Aksi bernama "No Masuzoe" ini sudah mendapat 3 ribu follower sejak dipublikasikan pada pekan lalu di Twitter.
Protes ini muncul setelah tim oposisi mengutip pernyataan Yoichi di sebuah majalah pada 1989. Mantan menteri kesehatan ini mengatakan bahwa wanita tidak cocok untuk menduduki posisi tinggi di perpolitikan nasional. Menurut Yoichi, hal itu tidak bisa dilakukan karena perempuan bersikap tidak rasional saat mereka menstruasi.
"Wanita menjadi tidak normal ketika mereka menstruasi," ucap Yoichi di artikel itu. "Kamu tidak dapat membuat mereka untuk membuat keputusan penting terhadap negara ini (pada saat mereka haid) seperti keputusan untuk perang atau tidak."
Selain mogok seks, para wanita penentang Yoichi juga melancarkan petisi dan menyebar poster yang mengatakan pria berusia 65 tahun itu tidak layak berada di pemerintahan. Petisi online tersebut telah dikunjungi 75 ribu kali dalam sehari dan sudah ada 2.800 orang yang menandatanganinya. Beberapa warga juga menyatakan tak setuju dengan pandangan Yoichi.
"Masuzoe adalah musuh semua wanita. Dia tidak mencintai Jepang tapi dirinya sendiri," tulis netter bernama Etsuko Sato. "Aku sudah tua tapi aku tidak setuju dengan Masuzoe dari sudut pandanganku sebagai pria," tulis lainnya, manatowar3.
(wk/)