Rihanna memiliki sekitar Rp 131 di awal tahun namun hanya tersisa Rp 24 miliar di akhir tahun karena melakukan saran dari akuntannya.
- Tim WowKeren
- Jumat, 14 Februari 2014 - 09:10 WIB
WowKeren - Rihanna menuntut mantan akuntannya 2012 lalu karena membuatnya mengalami kerugian. Kali ini terungkap bahwa masalah tersebut ternyata membuatnya nyaris bangkrut.
RiRi memiliki USD 11 juta (sekitar Rp 131miliar) di awal tahun namun hanya tersisa sebanyak USD 2 juta (sekitar Rp 24 miliar) di akhir tahun. Pasalnya, sang akuntan Peter Gounis menyarankan penyanyi bernama asli Robyn Fenty ini untuk membeli mansion seharga USD 7,5 juta (sekitar Rp 90 miliar) dan ia mematuhinya.
"Peter menyarankan Robyn membeli rumah saat ia sedang kondisi keuangannya sedang sulit. Ia kehabisan uang dan Peter mengetahuinya," ungkap dokumen tuntutan RiRi. "Saldonya sangat kurang sampai-sampai tidak bisa melakukan wire transfer. Sebenarnya, ia termasuk bangkrut di akhir 2009 itu."
"Peter benar-benar menyadari kondisi keuangannya namun gagal memberinya saran bahwa pembelian (mansion) bukan pilihan bijaksana," lanjut dokumen ini. "Sekitar Maret 2009, tersangka justru menyarankan lewat email bahwa rumah itu akan jadi investasi yang bagus."
Pada akhirnya, RiRi harus rugi USD 2 juta saat menjual rumah tersebut. Penyanyi berusia 25 tahun ini juga mengklaim akuntannya tidak peduli saat tur "Last Girl on Earth Tour" mengalami kerugian.
Namun RiRi bisa bernafas lega karena kondisi keuangannya berangsur membaik sejak insiden tersebut. Kekayaan RiRi bahkan diperkirakan mencapai USD 43 juta (sekitar Rp 510 miliar) saat ini.
(wk/)