Jan Koum menegaskan bahwa WhatsApp tidak akan seperti Facebook yang meminta data pribadi pengguna di awal pendaftaran.
- Tim WowKeren
- Selasa, 18 Maret 2014 - 09:24 WIB
WowKeren - Keamanan WhatsApp akhir-akhir ini sempat menjadi serotan banyak pihak. Setelah diakuisisi oleh Facebook pada bulan lalu banyak orang yang mempertanyakan apakah keamanan WhatsApp tetap terjaga seperti sebelumnya.
Menanggapi hal tersebut, Jan Koum selaku CEO WhatsApp menegaskan bahwa dirinya tak akan tunduk pada Facebook. Dalam artian, WhatsApp tidak akan berubah seperti Facebook yang meminta data pribadi ketika pengguna pertama kali mendaftar. Selain itu, Koum juga meyakinkan bahwa WhatsApp tidak akan pernah menggunakan iklan seperti layaknya Facebook.
"Menghormati privasi pengguna adalah hal dasar yang kami tanamkan pada diri masing-masing," tulis Koum di dalam blog resminya. "Kami tidak meminta nama, ulang tahun, alamat rumah atau dimana kalian bekerja, tak ada data pribadi yang dikumpulkan dan disimpan oleh WhatsApp. Dan kami benar-benar tidak ada rencana untuk mengubah hal tersebut."
Koum menjelaskan meski kini WhatsApp berapa di bawah Facebook namun pihaknya diberi otoritas penuh oleh Mark Zuckerberg untuk mengatur sendiri. "Fokus kami adalah memberikan kebebasan kepada seluruh orang di dunia untuk saling bertukar pikiran tanpa merasa takut," imbuhnya.
Kekhawatiran pengguna terhadap keamanan WhatsApp memang bukan tanpa alasan. Sebelumnya seorang analis melaporkan bahwa data percakapan WhatsApp di Android bisa dibobol oleh hacker melalui aplikasi tertentu. Sementara itu, Mark Zuckerberg yang saat ini menjadi atasannya, baru saja melapor ke Presiden Obama mengenai campur tangan NSA yang mencuri data pengguna Facebook melalui malware.
(wk/)