CEO John Chen mulai mempertimbangkan bisnis layanan keamanan korporasi karena penjualan handset BB dinilai tak menguntungkan.
- Tim WowKeren
- Kamis, 10 April 2014 - 14:23 WIB
WowKeren - BlackBerry menyadari kalau penjualan smartphonenya semakin menurun. Karena itu, CEO BlackBerry, John Chen, mulai mempertimbangkan rencana untuk berhenti menjual ponsel.
"Jika aku tak bisa meraih keuntungan di penjualan handset, aku akan tak akan berada di bisnis itu," ujar John Chen. "Kami sedang membentuk tim teknik untuk layanan yang fokus pada keamanan.
Chen mengungkap ambisinya berinvestasi atau kerjasama dengan perusahaan di bidang industri kesehatan, keuangan dan hukum. "Kami membangun tim perangkat keras yang berfokus di keamanan. Kami akan melakukan kerja sama dan mungkin merger serta akuisisi untuk meningkatkan keamanan," ujar Chen.
CEO yang memimpin sejak November 2013 tersebut menyadari kesalahan yang dilakukan para pendahulunya. "Anda harus menjalani hidup dalam jangka waktu yang pendek. Manajemen yang dulu beranggapan bahwa seluruh dunia akan menghampiri mereka. Kini aku tak punya kemewahan itu. Aku terus-menerus kehilangan uang," tuturnya.
Semasa berada di puncak kejayaan, BlackBerry pernah mengapalkan 52,3 juta unit ponsel di tahun fiskal 2011. Sayangnya pangsa pasar mereka secara global terus menurun dan kini hanya mencapai 2 persen.
(wk/)