Alexandra Asmasoebrata mengaku menjadi pembalap perempuan di Indonesia adalah sesuatu yang unik dan luar biasa.
- Tim WowKeren
- Rabu, 30 April 2014 - 10:36 WIB
WowKeren - Menjadi pembalap perempuan sebenarnya bukanlah impian Alexandra Asmasoebrata. Kemahirannya mengendarai mobil balap diakuinya karena desakan orangtuanya, Alex Asmasoebrata.
Meski begitu, perempuan bernama lengkap Allida Alexandea Nurlutfia itu bersyukur atas apa yang selama ini dibekalkan orangtuanya. Lewat balapan, Andra telah mengharumkan nama Indonesia di luar negeri lewat prestasinya.
"Jadi beda dan unik itu juga luar biasa," sambung perempuan berparas cantik itu. "Karena sangat jarang ada pembalap perempuan."
Diceritakannya, di waktu kecil, teman-teman sebayanya kebanyakan lebih memilih les balet atau matematika. Sementara dirinya diarahkan untuk mengikuti latihan olahraga.
"Aku dipaksa ayah, waktu itu tahun 2001, kira-kira sekitar umur 11 tahun," kata Andra. "Meski ayah seorang pembalap, aku sendiri tidak pernah terpikir akan jadi pembalap."
"Ketika itu, aku tidak mengerti mengapa harus mengikuti kegiatan olahraga," imbuhnya. "Namun saat ini, aku bisa memetik pelajarannya."
Andra juga menambahkan, banyak keuntungan yang dia rasakan selama menjadi pembalap perempuan. Salah satunya, media akan meliput meski ia gagal naik podium. "Menang atau kalah, media tetap meliputku," ujar Andra.
Namun, satu-satunya pembalap perempuan Indonesia di kelas gokart maupun mobil formula itu juga mengungkapkan ada hal yang tidak dia senangi selama menekuni dunia balap. Salah satunya, dipayungi oleh umbrella girl. "Padahal, aku ingin juga dipayungi umbrella boy," pungkasnya.
(wk/)