Pengacara imigrasi Michael Wildes mengungkap kalau para member 1D wajib menjaga sikap bila memang ingin tetap menggelar konser di Amerika, Agustus hingga Oktober mendatang.
- Tim WowKeren
- Kamis, 29 Mei 2014 - 09:40 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, beredar video ketika Zayn Malik dan Louis Tomlinson sedang merokok ganja bahkan sempat mengungkapkan kata-kata rasis. Bukan hanya membuat fans kesal, para personil One Direction bisa-bisa dilarang konser di Amerika Serikat.
Pasalnya Amerika cukup ketat dalam menerapkan larangan memakai narkoba seperti yang terjadi pada Justin Bieber. Padahal boyband asal Inggris tersebut punya jadwal konser yang cukup padat mulai dari wilayah Amerika Utara hingga ke Amerika Serikat pada Agustus sampai Oktober mendatang.
"Anak-anak muda ini harus berhati-hati karena jika tidak mereka akan dilarang masuk wilayah Amerika Serikat," kata pengacara imigrasi Amerika Serikat, Michael Wildes. "Dasar dari larangan masuk Amerika Serikat itu jika memang mereka terbukti bersalah (merokok ganja)."
Sementara itu, kepolisian Peru mengaku belum berniat mendakwa Zayn dan Louis terkait video yang direkam saat 1D di Peru, April lalu. Polisi senior bidang narkoba, Ivan Valero, menilai kalau Peru punya masalah yang lebih besar ketimbang itu.
"Peru punya masalah besar dengan perdagangan obat-obatan terlarang," ujar Ivan. "Walaupun kenyataannya, video member One Direction memakai narkoba di negara kami memang merusak image kami."
Saat ini, 1D masih belum merilis permintaan maaf meski fans sangat mengharapkannya. Namun Liam Payne mengisyaratkan pesan kalau ia dan kawan-kawannya tak ingin menuai kehebohan lagi. "Tolonglah jangan menarik perhatian media lagi," ujarnya di hadapan fans ketika konser di Sunderland, Rabu (28/5).
(wk/)