Dispatch membuat kesimpulan soal skandal obat terlarang yang menimpa Park Bom 2NE1 dan merilis tanya jawab seputar kasus tersebut.
- Tim WowKeren
- Kamis, 03 Juli 2014 - 10:29 WIB
WowKeren - Skandal obat terlarang yang menimpa Park Bom 2NE1 terus mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Dr. Pyo, Direktur Pyo Institute of Crime Science (PICS) dan media Dispatch. Dr. Pyo berpendapat bahwa seharusnya kasus penyelundupan obat ilegal tak bisa ditangguhkan begitu saja apapun alasannya.
"Penangguhan kasus Park Bom memicu merebaknya isu soal keadilan hukum. Ini sangat penting bahwa semua kalangan harus diperlakukan sama dimata hukum," ujar Dr. Pyo. "Dalam kasus Park Bom, jaksa menggunakan kekuasaannya untuk menunda kasus ini tidak seperti yang lain. Bisa disimpulkan bahwa ini merupakan penyalahgunaan kewenangan dan keputusan yang salah."
Sementara itu, Dispatch memilih membela Park Bom dengan menyimpulkan sejumlah fakta. Mereka merilis tanya jawab soal Park Bom menjelaskan situasi yang dihadapi bintang "Roommate" tersebut.
Apakah Park Bom tahu obat itu ilegal saat mengirimkannya ke rumah neneknya dan sengaja melakukannya agar tak tertangkap?
Dispatch: Alasan Park Bom mengirimkan obat itu ke rumah neneknya adalah karena ia sering tak berada di asrama. Ibunya juga sering tak berada di rumah. Karena itulah ia menggunakan alamat neneknya agar paket itu bisa tetap sampai padanya.
Apakah hasil penyelidikan jaksa terhadap kasus ini?
Dispatch: Mereka menunggu sampai seminggu saat mempelajari kasus ini, darimana obat itu berasal dan untuk siapa. Mereka menginterogasi neneknya setelah seminggu dan langsung pergi ke rumah Park Bom serta ibunya untuk melakukan penggeledahan. Mereka menemukan bahwa hanya ada sekitar 3-4 obat yang dikonsumsi dari 82 pil dalam waktu seminggu. Konsumsi tersebut terlalu sedikit untuk kasus yang bisa dikategorikan pemakai ataupun pengedar narkoba.
Apakah Park Bom masih bisa disebut menyelundupkan obat ilegal di Korea?
Dispatch: Ya, karena itulah dilakukan penyelidikan terhadapnya. Ibunya juga diinterogasi. Hukum di Korea menyebutkan bahwa seseorang harus dihukum saat terbukti meracik, mendistribusikan atau menyediakan tempat untuk kegiatan yang berhubungan dengan narkoba. Dan ternyata, tak satupun dari kategori tersebut bisa diaplikasikan terhadap Park Bom. 78 pil yang tersisa benar-benar tak tersentuh.
Apakah bisa dikatakan Park Bom mendapat perlakuan spesial karena kasusnya ditangguhkan?
Dispatch: Walaupun seseorang benar-benar menggunakan narkoba, jika orang itu memiliki alasan yang jelas, tidak berusaha kabur dan ini pengalaman pertamanya, ia bisa diberikan keringanan. Karena Park Bom memberikan bukti berupa resep dari RS Amerika Serikat dan menggunakannya untuk keperluan medis, kasusnya memang memungkinkan untuk ditangguhkan. Situasi semacam ini tak perlu dilebih-lebihkan dan disebutkan sebagai perlakuan spesial.
Bagaimana dengan kasus serupa yang pernah menimpa seorang karyawan tapi ia dipenjara?
Dispatch: Pada kasus itu, pria tersebut tak bisa menyebutkan dengan jelas darimana ia menerima obat tersebut. Menurut jaksa, mereka yakin pria ini mendapatkannya dari seorang bandar. Kalau seandainya pria ini bisa menyebutkan dengan jelas alasan dan bagaimana ia mendapatkan obat tersebut, pasti juga mendapatkan keringanan.
Apakah juga ada orang lain yang juga ditangguhkan kasusnya seperti Park Bom?
Dispatch: Pernah ada seorang pria yang memesan bubuk mengandung narkoba dari luar negeri. Ia mendengar obat itu bisa menyembuhkan anaknya. Setelah memeriksa bubuk tersebut dan menemukan bahwa tak ada kandungan narkoba di tubuh sang anak, pria itu akhirnya dilepaskan oleh penyelidik. Apalagi ternyata pria ini juga tak tahu kalau bubuk itu adalah narkoba.
(wk/)