Perwakilan VIVA membantah keras pelemahan saham perusahaan dikarenakan hastag '#TVoneMemangBeda'.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 12 Juli 2014 - 01:42 WIB
WowKeren - Setelah sempat menjadi trending topic dunia dan menjadi bulan-bulanan di Twitter karena menampilkan hasil quick count Pemilu Presiden yang berbeda, TV One pun diberitakan mengalami penurunan nilai saham. Anjloknya saham TV One itu berbarengan dengan penurunan drastis saham perusahaan induknya, Visi Media Tbk (VIVA).
Saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup 10 Juli, saham VIVA terjun bebas ke level 250, mengalami penurunan hingga 6,72 persen. Padahal di awal perdagangan saham VIVA berada di level 267. Saham mereka turun lagi 5 poin atau 2 persen ke level Rp 245. Jumat, 11 Juli, saham VIVA dibuka hanya di level Rp 250.
Sekretaris Perusahaan Visi Media Asia, Neil Tobing menegaskan penurunan saham merupakan hal yang biasa dalam perdagangan di BEI. "Kalau pergerakan harga saham, itu kan mekanisme pasar, " kata Neil kepada media, Jumat (11/7).
Neil mengatakan, dirinya juga belum tahu adanya petisi online yang meminta izin frekuensi TV One dicabut. "TV One tertinggi ratingnya di industri mengalahkan tv entertainment. Kemarin juga begitu walaupun sedikit mengulas pilres. Masyarakat kita sudah pintar memilah apa yang mereka tonton," ungkapnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, media milik Hary Tanoesoedibjo dan Aburizal Bakrie itu jadi bulan-bulanan di berbagai jejaring sosial dengan hastag #TVoneMemangBeda. TV One menampilkan hasil survey yang memenangkan pasangan Capres Prabowo-Hatta, padahal mayoritas hasil survey menunjukkan kemenangan Jokowi-JK.
"#TVoneMemangBeda hasil survei TV lain menang Jokowi, eh TVone malah merayakan kemenangan Prabowo,” kicau @APutra_K. "Sepertinya Quick Count Yang Diadakan TVONE Terlalu Memaksakan Karena Menggabungkan TPS Manusia dan TPS Makhluk Astral #TVoneMemangBeda," tulis @dennissuryaputr.
Sementara itu, hasil resmi KPU baru akan diumumkan pada tanggal 22 Juli depan.
(wk/)