Para personil Shiroibara mengaku sudah cukup siap mental dengan bullying yang kerap ditujukan pada mereka, termasuk tuduhan plagiat JKT48.
- Tim WowKeren
- Selasa, 15 Juli 2014 - 22:43 WIB
WowKeren - Kemunculan idol grup baru Shiroibara memang memunculkan sejumlah protes dan caci maki para haters di Twitter karena mengusung konsep yang sama seperti JKT48 yang merupakan pioneer idol grup di Indonesia. Meski demikian, Shiroibara yang digawangi 7 personil ini tetap optimis bisa menjaring fans dengan keunggulan mereka sendiri.
Sanda, Sekar, Nafa, Desi, Nadia, Luciana dan Dea yang merupakan member Shiroibara mengatakan sudah kebal dengan tuduhan plagiat yang sering ditujukan pada mereka di awal debutnya. Shiroibara debut dengan single perdana "Bersama Kan Bahagia" yang bernuansa J-Pop.
"Sekarang sudah pede ya, walau dibilang plagiat segala macam, kami justru siap berteman. Sekarang haters mau bilang apapun kami sudah siap. Karena bagi kami mereka itu fans tertunda," ungkap Desi Ramanda, wakil kapten Shiroibara. "Kami mengagumi dan terinspirasi dengan idol grup yang sudah ada. Kami siap buktikan kalau kami berbeda."
Manajer Shiroibara, Adriansyah, mengatakan idol grup ini memiliki keunggulan lebih pada vokal. "Itu lah kita mau beda, kita latih vokal juga. Karena kalau enggak sungguh-sungguh bisa dipandang sebelah mata. Makanya vokal juga penting, imejnya harus baik biar enggak dibilang hanya bisa lipsync," kata Adriansyah.
Meski mendapat intimidasi yang keras, namun mereka mencoba untuk memaklumi reaksi para Wota. "Nggak apa-apa lah. Dengan begitu mereka jadi kenal sama kami. Kami malah makin pede kok, soalnya kami punya fans sendiri namanya Shilvers," terang Nadia. "Ada Wota yang baik sih, dia bilang harusnya kami didukung dengan begitu persaingan idol grup di Indonesia makin terlihat," pungkas Desi.
(wk/)