Menurut gitaris Ungu ini, band Indie merupakan band yang tak ingin mengikuti tren dan memilih idealismenya.
- Tim WowKeren
- Kamis, 17 Juli 2014 - 22:15 WIB
WowKeren - Cukup banyak grup band di industri musik Indonesia yang bermunculan dan langsung naik daun, tapi juga cepat turun pamornya. Bahkan ada juga grup band yang sudah lama dibentuk, tiba-tiba mengumumkan bubar. Menurut Enda, lama usia band juga ditentukan oleh faktor manajemen.
"Kalau band yang menghilang tergantung manajemennya," kata Enda saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuninga, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juli. "Punya album gampang, tapi setelah itu hilang lagi, turun."
Kehadiran band-band berlabel independen (band indie) yang saat ini banyak diperbincangkan orang menjadi salah satu alternatif dalam menyalurkan bakat musik. Walau masih belum terlalu populer, tapi menurut Enda band inde merupakan band yang tidak ingin mengikuti trend.
"Kalau masalah indie itu membuktikan kalau orang itu jenuh sama major yang gitu-gitu aja," kata gitaris Ungu ini. "Masyarakat akhirnya bosan juga kan. Akhirnya indie jadi sasaran idealisme."
Enda mengatakan industri musik Indonesia bisa kembali mendapatkan kejayaannya apabila mendapat dukungan dari pemerintah. "Justru kalau dibilang era keemasan musisi bertahan di saat didukung pemerintah. Kalau gue bilang itu masa-masa keemasan musisi Indonesia bisa bertahan," pungkasnya.
(wk/)