Ahed Zaqout yang pernah membela Timnas Palestina itu tewas dalam keadaan tidur ketika rumahnya mendapat serangan rudal Israel beberapa waktu lalu.
- Tim WowKeren
- Senin, 04 Agustus 2014 - 08:45 WIB
WowKeren - Perang Israel dan Palestina kembali memakan korban. Kali ini giliran seorang pria bernama Ahed Zaqout yang tewas akibat gempuran Israel ke Jalur Gaza, Rabu (30/7).
Namun Zaqout bukanlah warga biasa. Dia pernah menjadi pesepakbola legendaris di Palestina dan sebelum meninggal merupakan salah satu pemandu acara olahraga di Gaza. Dua dekade lalu, Zaqout ikut membela Timnas Palestina untuk posisi pemain tengah.
Ia tewas dalam keadaan tertidur lelap. Diduga serangan tersebut salah sasaran karena Zaqout sebelumnya tak pernah terlibat konflik ataupun menjadi anggota militan Hamas. Ketika serangan terjadi, tetangga dan tim medis bergegas mendatangi rumah mantan pesepakbola berusia 49 tahun tersebut. Namun Zaqout gagal diselamatkan.
"Palestina telah kehilangan salah satu pemain terbaik mereka," kata seorang jurnalis olahraga di Gaza, Khaled Zaher. "Dia mungkin adalah pemain tengah terbaik yang pernah kita miliki."
Sebelumnya, Zaqout pernah membela timnas dalam laga persahabatan melawan Timnas Perancis di era 1994. Saat itu, Presiden UEFA, Michael Platini, juga ikut bermain. 4 tahun kemudian, Timnas Palestina diterima menjadi bagian dari FIFA.
(wk/)