Penyidik KNKT berharap dapat segera merampungkan penyalinan pesawat AirAsia QZ8501 pada pekan ini.
- Tim WowKeren
- Selasa, 20 Januari 2015 - 13:56 WIB
WowKeren - Rekaman Cockpit Voice Recordings atau CVR pesawat AirAsia QZ8501 telah diamankan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Penyidik mengungkapkan bahwa mereka tidak menemukan adanya indikasi aksi terorisme dalam insiden jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 pada 28 Desember 2014 lalu.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Andreas Hananto, salah satu penyidik KNKT. Ia mengatakan bahwa timnya tidak menemukan adanya ancaman dalam rekaman kotak CVR dari pesawat yang mengangkut 162 penumpang tersebut.
"Tidak. Karena jika ada indikasi terorisme, tentu akan ada ancaman atau sejenisnya," kata Andreas. "Dalam situasi kritis itu, rekaman (CVR) mengindikasikan bahwa pilot berjuang untk mengendalikan pesawat."
Penyidik KNKT lainnya, Nurcahyo Utomo, mengatakan bahwa KNKT bisa mendengar hampir semuanya dalam rekaman dari kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501. "Kami tidak mendengar suara siapa pun kecuali para pilot," terang Nurcahyo. "Kami tidak mendengar suara tembakan senjata atau ledakan. Untuk saat ini, kami bisa mengesampingkan kemungkinan terorisme."
Sementara itu, bukti-bukti menunjukkan menit-menit terakhir AirAsia QZ8501 dipenuhi dengan suara mesin dan peringatan. Menurut Andreas, separuh dari dua jam rekaman CVR telah disalin. KNKT berharap dapat segera merampungkan penyalinan rekaman pesawat AirAsia QZ8501 pada pekan ini.
(wk/)