Mantan trainee tersebut mengungkap cerita saat menjalani pelatihan di SM Entertainment.
- Tim WowKeren
- Kamis, 19 Maret 2015 - 10:51 WIB
WowKeren - Penggemar K-Pop biasanya akan melakukan banyak cara untuk bertemu para idolanya. Salah satunya adalah dengan mengikuti audisi dengan berharap bisa diterima di agensi yang sama dengan artis yang diidolakannya.
Namun, siapa yang menyangka jika kehidupan trainee tak semudah yang dibayangkan? Hal ini diungkap oleh seorang sumber yang merupakan mantan trainee SM Entertainment. Usai keluar dari agensi yang menaungi TVXQ dan Super Junior itu, trainee yang enggan disebut namanya tersebut mengungkap kisah yang selama ini mungkin tak diketahui para penggemar K-Pop.
Menurut mantan trainee SM ini, para calon bintang SM harus melewati evaluasi bulanan dan misi per tim. Trainee juga harus menjalani pelatihan pribadi seperti pengucapan Bahasa Korea, kemampuan bernyanyi dan karakter yang dimilikinya. Dari hasil evaluasi, maka pihak SM akan meranking trainee dari urutan atas hingga bawah.
"Trainee yang berada di posisi atas biasanya akan diurutkan untuk kelas debut. Trainee dalam kelas debut ini harus menjalani pelatihan karakter atau imej, juga hal-hal lain yang mungkin perlu untuk diperbaiki jelang debut," ujar mantan trainee ini. "Dan kompetisi antar trainee sangat ketat mengingat betapa besarnya SM Entertainment. Pelatih trainee akan membandingkan setiap trainee dan melatih mereka dengan keras."
"Yang paling sulit adalah saat latihan. Arena di ruang bawah tanah biasanya adalah tempat favorit untuk trainee. Karena SM biasanya akan menyuruh trainee pulang lebih awal untuk alasan keamanan," tambahnya. "Tapi banyak trainee yang sembunyi-sembunyi berlatih dalam kegelapan di atap, ruang bawah tanah, atau tempat latihan resmi mereka. Trainee juga akan berbohong satu sama lain dengan berkata bahwa mereka tak latihan."
Menurutnya, para trainee yang gagal biasanya akan menyerah. Banyak yang menyerah di tengah jalan apalagi dengan tekanan yang ditetapkan SM. Ada pula aturan dari SM Entertainment yang menyebutkan bahwa trainee tak boleh berpacaran.
Dengan ratusan peserta trainee yang datang usai melihat kesuksesan idol di SM, maka persaingan akan semakin keras. Melihat trainee yang akhirnya dieliminasi adalah hal yang biasa. Sementara trainee lainnya cemas dan gugup hal tersebut akan terjadi pada mereka, sehingga mereka latihan tanpa henti.
"Aku sangat yakin agensi lain tak jauh beda dengan ini dan aku akhirnya memutuskan untuk menyerah. Akan sangat sulit jika kalian tak memiliki hati yang kuat," tutup mantan trainee ini. "Trainee juga biasanya berakhir dengan putus sekolah untuk fokus sepenuhnya dalam menyanyi dan menari."
(wk/)