Mathias Muchus dan para juri lainnya mengaku terus disudutkan dengan berbagai tuduhan dan pertanyaan tentang kemenangan itu.
- Tim WowKeren
- Rabu, 20 Mei 2015 - 18:15 WIB
WowKeren - Kontroversi kemenangan Angelica Pieters di Indonesian Movie Awards (IMA) 2015 masih belum terpecahkan. Beberapa musisi tanah air pun telah mengkritik pihak IMA yang secara "misterius" telah memenangkan Angel.
Angel menang di kategori Soundtrack Terfavorit. Ia berhasil mengalahkan sejumlah musisi lainnya, seperti Glenn Fredly ("Tinggikan"), Saint Loco ("Di Balik Istana"), Pongki Barata ("Seluas Itu"), Mahadewa ("Immortal Love Song") dan Anggun ("Fly My Eagle").
Namun, kemenangan itu terbilang janggal. Pasalnya, dari awal Angel tak masuk dalam nominasi di kategori tersebut. Tapi, ketika ajang itu digelar, nama Angel keluar di deretan nominator dengan lagu "Indonesia Negeri Kita Bersama" ciptaan Liliana Tanoesoedibjo dan akhirnya keluar sebagai juara.
Sebagai salah satu juri di ajang tersebut, Mathias Muchus pun mengaku telah diteror dari berbagai pihak. Namun, ia mengatakan hal itu tidak ada sangkut pautnya dengan dewan juri.
"Iya, saya sudah tahu persoalan tersebut," jelas Mathias. "Namun, hal ini tidak ada urusannya dengan dewan juri. Hal ini langsung berurusan dengan panitia IMA 2015. Kita hanya bekerja profesional, ditugaskan untuk menyeleksi nominasi 'Terbaik,' bukan 'Terfavorit'."
Keempat juri lainnya, Jujur Prananto, Benni Setiawan, Aditya Gumay dan Marcella Zalianty, juga terus disudutkan dengan berbagai tuduhan dan pertanyaan atas "insiden" ini. Mathias tak membantah jika hal tersebut memang menimbulkan kontra di kalangan penikmat musik dan para musisi.
"Jujur, banyak yang tanya sama kami tentang kemenangan tersebut, karena dipikirnya juri ikut andil," ungkap Mathias. "Kami benar-benar bekerja profesional. Untuk urusan 'Terfavorit,' kemenangan dinyatakan dengan polling SMS."
(wk/)