10 ribu anjing dan kucing disembelih untuk perayaan 'festival makan daging anjing dan kucing' yang telah dilarang sejak tahun lalu di Yulin, Tiongkok.
- Tim WowKeren
- Selasa, 02 Juni 2015 - 12:34 WIB
WowKeren - Ribuan hewan anjing dan kucing dibantai untuk "festival daging anjing dan kucing" di Tiongkok. Meski festival ini telah dilarang sejak tahun lalu, tradisi itu tetap dijalankan penduduk.
Pemerintah lokal Yulin, Tiongkok Tengah, mengaku mereka telah berupaya untuk benar-benar melanggar tradisi lokal ini dilaksanakan. Pelarangan ini dilakukan sejak dua juta demonstran mengecam tradisi tersebut.
Namun di bawah penyamaran, MailOnline berhasil menemukan bahwa 10 ribu hewan tak berdaya yang masih menggunakan kalung dari pemilik mereka berakhir di tempat ini. Mereka diculik dari rumah mereka untuk dijagal demi festival yang dilaksanakan 22 Juni mendatang.
Banyak hewan mati karena kelaparan, kaget dan dehidrasi selama dalam perjalanan. Mereka dibawa dalam kandang yang sangat sempit yang terbuat dari kawat. Bagi mereka yang masih hidup, mereka akan dipukul atau dicekik hingga mati di rumah penjagalan.
"Pembantaian massal anjing masih terjadi di Yulin meskipun pemerintah setempat berusaha untuk memberikan kesan yang itu berakhir," ujar perwakilan dari Humane Society International (HSI), Peter Li. "Pemerintah Yulin telah menyatakan 'festival' ini tidak akan diadakan, tapi ini hanya semantik dan ribuan anjing masih akan mati untuk daging mereka tak peduli itu disebut sebuah festival atau tidak."
"Kami melihat dua kandang kawat diisi dengan kucing menunggu untuk disembelih pada hari berikutnya," lanjutnya. "Mereka menderita karena perjalanan panjang, kekurangan makanan, trauma mental, dan penyakit. Beberapa dari mereka mengenakan kalung dari pemiliknya."
Kendati jumlah pembantaian masih tinggi, Li mengaku bahwa jumlah itu sudah turun. Festival ini sendiri hadir karena adanya kepercayaan bahwa makan daging anjing menghalau hantu jahat dan penyakit dan bahkan dapat meningkatkan kinerja seksual pria. Selain di Yulin, tradisi ini juga berkembang di Provinsi Zhejiang, Guangxi dan Guangdong.
(wk/)