Percakapan Terakhir Peltu Ibnu Kohar dengan Ibu Berisi Penuh Perhatian
Nasional

Bagaimana pesan terakhir juru mesin Hercules C130 ini pada ibunya sebelum meninggal?

WowKeren - Tragedi kecelakaan pesawat Hercules C130 yang terjadi pada Selasa (30/6) kemarin di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, menyisakan duka mendalam bagi kerabat dan ibunda juru mesin pesawat TNI AU, Peltu Ibnu Kohar. Dalam percakapan terakhirnya dengan sang anak, ibu Peltu Kohar masih merasakan anaknya itu sangat perhatian meski kurang tidur.

"Malam hari sebelum berangkat ke Medan mas Wawang (panggilan akrab Peltu Kohar) sempat telepon ibunya," cerita saudara sepupu Peltu Kohar, Miftakhul Jannah, di Dusun Gedeg Kulon, Desa/Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Rabu (1/70) pada detikcom. "Katanya tidak bisa tidur karena khawatir dengan kondisi ibunya yang sudah tua. 'Bu! saya terbayang ibu terus, apa ibu sakit?'. Ibunya kebetulan sehat. Kemudian mas Wawang pamit kalau akan terbang ke Medan."

Tak disangka, percakapan itu menjadi pesan terakhir sang juru mesin dengan ibunya. Peltu Kohar pergi meninggalkan istrinya Istibsyaroh (41) dan 2 orang perempuan, Firda yang baru naik kelas XII SMA, dan Dila yang baru naik kelas V SD di Malang.


Pria 47 tahun itu akan dimakamkan di TPU Desa Gedeg berdampingan dengan makam ayahnya, almarhum Abu Darin. "Saat menghadiri pernikahan adiknya yang terakhir 3 bulan lalu, mas Wawang sempat berguarau kalau meninggal minta dimakamkan dekat dengan makam ayahnya," lanjut Miftakhul.

Sementara itu, warga sekitar yang mengenal Peltu Kohar mengaku sangat terpukul karena kehilangan korban yang dinilai ramah dan gemar berbagi. "Kami sekeluarga sangat terpukul karena almarhum sosok yang baik, setiap pulang sering membagikan oleh-oleh. Disini terkenal baik," tutup Miftakhul.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!