Kesaksian Rahmat Ahmad yang menjadi salah satu korban selamat dari kecelakaan tragis Hercules C130.
- Tim WowKeren
- Kamis, 02 Juli 2015 - 16:35 WIB
WowKeren - Kecelakaan nahas yang terjadi pada pesawat Hercules C130 di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6) menjadi kejadian yang hingga kini masih melekat di ingatan Rahmat Ahmad (28). Meski menderita luka bakar, tukang bangunan itu masih selamat.
Kepada awak media, Rahmat bercerita bahwa saat kejadian dia sedang berada di lantai empat ruko yang ditabrak pesawat seri C-130 tersebut. Namun karena mendengar suara dari atas, ia dan dua temannya, Fakhri dan Rizal, berlari ke lantai bawah.
"Saat itu saya lagi ngecat di atas," cerita Rahmat di halaman Rumah Sakit Umum Pemerintah Haji Adam Malik, Medan, Sumatera Utara, Kamis (2/7). "Dengar suara di atas. Dengar suara senggol ujung pohon itu."
Pada saat itu Rahmat menyadari bahwa posisinya membelakangi pesawat. Ia lalu menoleh dan melihat pesawat mendekatinya dan dua temannya. "Posisi sudah dekat, saya langsung lari. Fakhri dan Rizal juga lari," sambungnya.
Karena berlari kencang ketiganya terpisah. "Fakhri dan Rizal terpisah sama saya. Terpisah di pintu masuk. Saya pas sampai bawah nengok ke belakang ruko sudah rata. Tiba-tiba ada yang tarik saya dari belakang. Saya enggak tahu siapa," terang Rahmat.
Selama menuruni lantai, Rahmat dikepung kepulan asap hitam dan tebal dari pesawat yang jatuh dan terbakar. Itulah penyebab luka yang ia dapatkan di lengan tangan kanan dan kiri, serta di sebelah kiri kakinya.
Nyawa Rahmat selamat sedangkan kabarnya Fakhri kini sedang dirawat di RS Adam Malik. Sayangnya, Rizal menjadi salah satu korban meninggal dan Rahmat sendiri datang ke rumah sakit untuk membantu proses identifikasinya.
(wk/)