Netter sedang ramai dengan trend berjemur di bawah terik matahari sambil membentuk pola gambar di kulit mereka.
- Tim WowKeren
- Kamis, 02 Juli 2015 - 19:15 WIB
WowKeren - Musim panas tak lama lagi akan segera menghampiri masyarakat di negara-negara empat musim. Kedatangan musim tersebut disambut dengan trend seni membiarkan kulit menghitam yang disebut #Sunburnart.
Meski hasil seni ini mungkin menarik karena mirip dengan tato, namun para ahli kulit menghimbau agar trend tersebut tak diikuti. Trend ini bisa membahayakan kulit bahkan menyebabkan kanker.
"Di sinilah budaya populer yang bentrok dengan nasihat medis," kata dermatolog Dr. Barney Kenet. "Ini benar-benar jelas bahwa kulit terbakar menyebabkan dua hal untuk Anda: memberikan Anda garis, bintik-bintik dan keriput, serta menyebabkan kanker kulit, khususnya melanoma."
Kenet mengatakan bahwa trend seni kulit terbakar bahkan lebih berbahaya daripada berjemur normal. Ini karena orang mungkin tergoda untuk berjemur lebih lama agar mendapatkan hasil yang lebih jelas.
Menurut Cancer.org, jumlah penderita Melanoma akan mencapai 73.000 tahun ini. Dokter terus meminta masyarakat untuk menggunakan sunscreen dan tak melakukan trend ini. Sebagai informasi, seni ini didapat dengan cara mengaplikasikan tato temporari atau menggambar sunscreen di kulit sehingga kulit pengguna akan berpola.
(wk/)