Samsung dan Oppo terbukti jadi vendor yang menginstal terlalu banyak bloatware di smartphone sebelum terbeli.
- Tim WowKeren
- Senin, 06 Juli 2015 - 08:05 WIB
WowKeren - Selama bertahun-tahun, beberapa perusahaan produsen smartphone Android diketahui telah memberikan sejumlah software cross platform yang kebanyakan mengganggu pengguna. Kini, Shanghai Consumer Rights Protection Commission telah menuntut Samsung dan Oppo atas dua kasus.
Komisi tersebut mengklaim bahwa Samsung dan Oppo menjual ponsel dengan aplikasi pre-instal yang sulit atau bahkan tak bisa diuninstal. Aplikasi tersebut biasanya bakal mengganggu pengguna karena menghabiskan memori.
Komisi itu menemukan bahwa dua vendor Asia tersebut menjadi penjual smartphone dengan jumlah aplikasi bloatware terbanyak. Menurut penelitian dari 20 smartphone berbagai platform. Samsung Galaxy Note punya 44 aplikasi sebelum dibeli sedangkan Oppo X9007 memiliki 71.
Tujuan akhir komisi ini sebenarnya cukup sederhana. Mereka ingin membuat produsen smartphone mengungkapkan pada kemasan apa aplikasi yang telah terinstal dan memberikan informasi tentang bagaimana untuk menghapusnya.
(wk/)