Divonis Infertil Akibat Kanker, Wanita Australia Lahirkan Bayi Perempuan
SerbaSerbi

Infertil adalah ketidakmampuan atau penurunan kemampuan dalam menghasilkan keturunan.

WowKeren - Hampir setiap perempuan di dunia ini menginginkan untuk bisa hamil dan memiliki anak. Rasanya mereka belum menjadi wanita seutuhnya jika belum memiliki anak. Hal itu pula yang dirasakan oleh Jodie.

Saat berusia 23 tahun, wanita 29 tahun ini didiagnosis menderita kanker limfoma. Penyakit ini dapat berakibat pada kematian dan membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu lama.

Jodie dan suaminya, Aden, langsung merencanakan untuk memiliki anak melalui proses bayi tabung sebelum melakukan kemoterapi. Namun sayang, usaha ini mengalami kegagalan.

Profesor Stern, Kepala Fertility Preservation di Melbourne IVF dan rumah sakit Royal Woman, lalu memberi tahu mereka sebuah teknologi inovatif yang memungkinkan mereka memiliki anak. Dalam teknologi ini dilakukan pengangkatan jaringan ovarium yang kemudian dibekukan. Jaringan tersebut lalu distimulasi untuk dapat menghasilkan sel telur melalui IVF.


Pasangan ini pun menyetujuinya. Sepuluh bulan setelah jaringan ovarium ini dicangkokkan kembali, akhirnya kehamilan yang dinantikan itupun terjadi. Kehamilan ini berjalan lancar tanpa adanya komplikasi hingga lahirlah seorang bayi perempuan pada 16 Mei lalu.

Profesor Stern mengatakan, kesuksesan kehamilan Jodie menunjukkan bahwa pencangkokan jaringan ovarium adalah sebuah kesempatan bagi wanita infertil pasca terapi kanker untuk bisa memiliki anak. Begitu pula untuk wanita yang diangkat organ reproduktifnya akibat efek terapi.

Tak hanya Jodie saja yang berhasil memiliki anak dengan jalan ini. Sebelumnya, saat pertama kali digunakan tahun 2013 lalu, teknologi ini telah berhasil membuat seorang wanita memiliki bayi kembar setelah tujuh tahun ovariumnya diangkat akibat terapi kanker.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!