Bibi Putri Nur Fauzia dan penjual seblak kesukaannya mengungkapkan gadis sembilan tahun itu berlaku cukup aneh sebelum menghilang dan dibunuh orang.
- Tim WowKeren
- Rabu, 07 Oktober 2015 - 08:24 WIB
WowKeren - Bibi Putri Nur Fauzia alias Eneng yang meninggal secara tragis menuturkan bahwa dirinya menangkap sikap aneh Eneng sebelum dia menghilang. Tak hanya itu, penjual seblak langganan Eneng juga merasakan firasat sebelum gadis sembilan tahun itu menghilang pada 2 Oktober 2015.
Nur Aisyah, bibi Eneng mengungkapkan bahwa keponakannya tertawa-tawa saat dimarahi olehnya. Padahal biasanya dia tidak seperti itu.
Aisyah menceritakan, Eneng meminta uang jajan kepada ibunya sebelum berangkat sekolah. "Umi, minta uang sini!" kata Aisyah menirukan Putri.
"Dia bilang sambil agak teriak, ya, saya marahin, kok minta uang begitu enggak sopan ke Umi sendiri," lanjut Nur yang saat itu sedang duduk di ruang tamu. Biasanya, setiap kali dimarahi, Eneng selalu ngambek dan marah balik. "Tapi pagi itu dia ketawa-ketawa. Baru kali itu dia dimarahin tapi ketawa," sambungnya.
Sementara itu, penjual seblak, Lilis (42), menceritakan Eneng sempat membeli jajanan seblak favoritnya pada Kamis lalu (1/10). Saat itu, Eneng membeli lebih banyak dan bilang itu adalah seblak terakhirnya.
"Saya bener-bener nggak nyangka banget mas, padahal baru banget Cuneng (panggilan akrab korban) pas hari Kamis bilang, beli seblak dong bi, Rp5 ribu," ujar Lilis pada Suara.com. "Nah, saya langsung tanya dong sama Cuneng, kok tumben belinya banyak? Iya ni Bi, seblak terakhir Eneng."
Biasanya, Eneng hanya membeli Rp 3 ribu saja. "Saya nggak mikir jauh mas, saya juga nggak ada firasat apa-apa kalo ternyata emang si Cuneng meninggal," tambah Lilis.
(wk/)