Wanita bernama Isis Anchalee ini kecewa tak bisa login Facebook.
- Tim WowKeren
- Rabu, 18 November 2015 - 12:46 WIB
WowKeren - Serangan militan ISIS di Perancis pada Jumat (13/11) lalu rupanya berbuntut panjang. Kerugian tak hanya dialami para korban tapi juga seluruh dunia tampaknya merasakan duka yang sama.
Salah satu yang mengalami kerugian akibat teror ISIS tersebut adalah seorang wanita berusia 22 tahun ini. Ia adalah insinyur muda bernama Isis Anchalee yang beberapa waktu lalu menuliskan keluhannya di akun Twitter.
Isis mengaku belakangan ini dirinya tidak dapat masuk ke Facebook karena akunnya diblokir. "Facebook mengira aku adalah teroris. Mengirimkan bukti berupa screenshot paspor ternyata belum cukup bagi mereka agar membuka kembali akunku," tulis Isis di Twitternya.
Facebook thinks I'm a terrorist. Apparently sending them a screenshot of my passport is not good enough for them to reopen my account.
— Isis Anchalee (@isisAnchalee) 17 November 2015 "Orang lain juga memiliki masalah yang sama. Menurutku mereka sudah menyerah. Aku akan mencari tahu apakah aku bisa menemukan mereka," kata seorang netter berakun @deronaucoin. "Ini konyol. Sebagai programer, aku menghargai otomatisasi. Tapi ini berlebihan," ujar netter lain berakun @ThorinMSchmidt.
(wk/)